Perjalanan “Ajaib” Ketika Kereta Api Memutar, Maju Mundur, dan Terlambat

Perjalanan “Ajaib” Ketika Kereta Api Memutar, Maju Mundur, dan Terlambat

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, niscaya habislah lautan itu sebelum kalimat-kalimat Tuhanku selesai (ditulis) meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”

qul innamâ ana basyarum mitslukum yûḫâ ilayya annamâ ilâhukum ilâhuw wâḫid, fa mang kâna yarjû liqâ’a rabbihî falya‘mal ‘amalan shâliḫaw wa lâ yusyrik bi‘ibâdati rabbihî aḫadâ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.

Tafsir ayat 109 bahwa;
Pada bagian sebelumnya banyak informasi yang Allah sampaikan, seperti kisah Ashabul Kahfi, Khidir, dan Zulkarnain. Kemudian, pada bagian akhir surah ini Allah menjelaskan betapa ilmu-Nya sangat luas. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir itu,

“Seandainya semua lautan di dunia ini menjadi tinta untuk menulis kalimat- kalimat Tuhanku yang mencakup semua pengetahuan, maka pasti akan habislah seluruh air lautan itu sebelum selesai penulisan kalimat-kalimat Tuhanku. Demikian juga keadaannya meskipun Kami datangkan tambahan lautan sebanyak itu pula untuk menuliskannya, kalimat-kalimat itu tidak akan habis.

Tafsir ayat 110 bahwa;
Allah memerintah Nabi untuk menjelaskan jati dirinya. Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah diwahyukan kepadaku sesuai kehendak Allah bahwa sesungguhnya Tuhan kamu yang menjadi tujuan ibadah adalah Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Maka, barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya dan menghendaki ganjaran atas amal perbuatannya di akhirat kelak, maka hendaklah dia selalu mengerjakan kebajikan dan menjauhi semua hal keji dan mungkar serta janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya. Hendaklah dia beribadah kepada-Nya dengan tulus, bukan karena ria, dan dilandasi niat untuk menggapai rida-Nya.”

Pesan dari tulisan ini bahwa secanggih apapun ilmu manusia, seperti digambarkan pada ayat 109 Surat Al Kahfi. Dan keyakinan semua semata mata dari Allah SWT sebagaimana ayat 110 Surat Al Kahfi. Semua hanya sebagian dari 6.236 ayat Al Qur’an.

Dimana berdasarkan riwayat Hafs dari Imam ‘Asim/hitungan Al-Kufi) adalah 6.236 ayat. Al-Qur’an terdiri dari 114 surah dan 30 juz. Meskipun terdapat perbedaan pendapat ulama (antara 6.204 – 6.236+ ayat), angka 6.236 adalah yang paling standar. Mari meningkatkan keimanan, keIslaman, dan ketakwaan dalam upaya meraih keikhsanan dengan keikhlasan.

Menyosong Ramadhan dengan pelajaran pelajaran kecil sebuah perjalanan “ajaib”. Sampai pukul 13:45 ketika tulisan ini selesai kereta api Agro Anggrek masih ikhtiar menuju stasiun di Semarang. (Djoko Tetuko)