Informasi dari internal penegak hukum membisikkan bahwa tumpukan berkas yang disita hanyalah langkah awal. Setelah “sampah” dokumen ini dipetakan, daftar panggil untuk para pengurus teras KONI sudah mengantre di meja penyidik.
Penggeledahan ini adalah sinyal kuat bahwa Kejaksaan tidak sedang bermain-main dengan angka; mereka sedang membangun konstruksi untuk menyeret siapa pun yang bertanggung jawab.
Menanti Ketukan Palu
Transparansi memang dijanjikan, namun publik sudah mafhum bahwa perkara hibah olahraga adalah drama klasik yang kerap berulang. Saat semangat sportivitas dikhianati oleh tangan-tangan jahil pengelola anggaran, maka yang tercoreng bukan hanya laporan keuangan, melainkan masa depan atlet daerah.
Kini, bola panas ada di tangan auditor dan tim ahli. Dokumen-dokumen hasil “jarahan” dari kantor KONI tersebut tengah dianalisis untuk menentukan seberapa dalam lubang kerugian negara yang digali. Jika semua bukti telah mengunci, babak penetapan tersangka hanya tinggal menunggu waktu.(*)





