Pemkot Surabaya memastikan GPM dan Pasar Murah Dinkopumdag akan terus diperluas dengan melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta sejumlah perangkat daerah, guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh warga.
“Kegiatan hari ini menjadi salah satu langkah awal menghadapi Ramadan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mudah mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin,” jelasnya.
Salah satu warga, Suparma, mengaku datang sejak pukul 08.00 WIB untuk membeli beras dan minyak goreng. Menurutnya, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan di pasar. “Kalau di pasar minyak bisa sampai Rp19.000, di sini cuma Rp15.000. Lumayan banget selisihnya, apalagi menjelang puasa,” kata Suparma.
Hal serupa disampaikan Luluk, warga Asemrowo lainnya, yang memborong minyak goreng, beras, dan gula untuk persiapan Ramadan. “Di pasar minyak bisa Rp20.000, di sini Rp15.000. Saya beli empat kantong sekalian buat stok,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan GPM sangat berdampak positif bagi warga sekitar. Selain meringankan beban pengeluaran rumah tangga, kegiatan ini juga membantu masyarakat menyiapkan kebutuhan sejak dini menjelang bulan puasa.
“Terima kasih Pak Wali Eri Cahyadi sudah mengadakan kegiatan ini. Sangat membantu kami sebagai warga,” ucapnya.
Warga lainnya, Mona Joda, juga mengaku terbantu dengan adanya GPM. Ia membeli minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, serta cabai dengan harga lebih murah dibandingkan pasar. “Biasanya bawang di pasar Rp17.000, di sini bahkan bawang putih besar cuma Rp10.000,” katanya.
Mona berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin, minimal satu atau dua kali dalam sebulan, agar masyarakat bisa lebih hemat memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Terima kasih Pak Wali, semoga kegiatan seperti ini bisa rutin setiap bulan karena sangat membantu masyarakat,” pungkasnya. (*)





