“Ada atau tidak ada suporter, kami tahu mereka selalu mendukung dan mendoakan kami, meskipun dari balik layar televisi. Tentu itu menjadi motivasi besar bagi kami untuk memberikan hasil terbaik kepada para fans,” katanya.
Laga di Gresik jelas menjadi ujian mental bagi skuad Persik. Secara teknis, ini laga kandang. Namun secara atmosfer, jauh dari kenyamanan Stadion Brawijaya.
“Ini laga home, tetapi tidak sepenuhnya seperti bermain di kandang sendiri. Karena itu, kami harus tetap waspada dan fokus penuh,” urai Marcos.
Dengan tren positif yang tengah terjaga, Persik tak mau terpeleset. Konsistensi menjadi kunci jika Macan Putih ingin terus merangsek di papan klasemen. Game plan khusus pun sudah disiapkan untuk meredam agresivitas PSIM.
“Kami harus menyiapkan game plan terbaik dan melakukan pendekatan yang tepat untuk menghadapi PSIM Jogja,” tutupnya.
Sunyi di tribun boleh saja terjadi. Tapi di atas lapangan, Persik berjanji tetap mengaum. Tiga poin di Gresik akan menjadi bukti bahwa kandang rasa tandang bukan alasan untuk kehilangan taji. (*)





