Iman menegaskan, bahwa revitalisasi Skate & BMX Park Kalimas bukan hanya ditujukan untuk kepentingan olahraga, tetapi juga berdampak pada penguatan fungsi sosial kawasan.
“Ini sejalan dengan visi Pak Wali untuk menghidupkan kawasan Kalimas sebagai waterfront city. Seperti Clarke Quay di Singapura, kawasan tepi sungai bisa menjadi ruang publik yang ramai, aman, dan produktif. Skatepark ini salah satu pemicunya,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Surabaya berencana menambah berbagai aktivitas dan fasilitas pendukung di kawasan Kalimas agar semakin atraktif dan menjadi destinasi baru warga untuk beraktivitas, berolahraga, sekaligus berekreasi di ruang terbuka kota.
“Akan ditambahkan berbagai fasilitas lain agar kawasan Kalimas semakin atraktif serta menjadi destinasi baru bagi masyarakat untuk beraktivitas di tepian sungai,” ujar dia.
Terpisah, salah satu skateboarder Surabaya, Eddo, mengaku merasakan perubahan besar setelah revitalisasi dilakukan. Menurutnya, kondisi skatepark saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Dulu fasilitasnya masih terbatas dan kurang optimal, padahal lokasinya di tengah kota. Sekarang sudah sangat bagus, apalagi ada bowl yang sepertinya pertama di Jawa Timur. Teman-teman skateboarder bisa datang ke Surabaya untuk mencoba,” kata Eddo.
Eddo juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Eri atas revitalisasi skatepark tersebut.
“Skatepark-nya sudah proper, obstacle-nya lengkap dan layak, terima kasih Pak Eri. Pesan saya untuk teman-teman, mari kita jaga fasilitas ini bersama. Untuk adik-adik, jangan lupa pakai perlengkapan keselamatan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Andre dari komunitas BMX Surabaya. Ia menilai fasilitas yang ada saat ini sudah sangat memadai dan nyaman digunakan.
“Untuk sekarang, alat-alatnya sudah proper, transisinya juga oke. Terima kasih kepada Pak Wali Kota Eri atas revitalisasi tempat ini. Semoga ke depan bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga nasional,” tutur Andre.
Ia pun mengajak seluruh warga Surabaya untuk menjaga fasilitas tersebut.
“Tempat ini bukan hanya milik komunitas, tapi milik seluruh arek-arek Suroboyo,” imbuhnya. (*)





