Abdul Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kediri atas kebijakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk posyandu yang diterapkan pada tahun 2026 dengan nilai Rp15 ribu per paket. Untuk itu, pihaknya akan bersinergi dengan OPD terkait agar PMT yang diberikan di posyandu dapat disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing sasaran.
“Terima kasih untuk Mbak Walikota Kediri atas kebijakan pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita posyandu. Semoga upaya ini bisa membantu mengentaskan stunting yang ada di Kota Kediri, khususnya Kecamatan Mojoroto,” jelasnya.
Selain itu, kolaborasi dengan 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Kediri, juga akan terus dilakukan untuk mengidentifikasi sasaran stunting 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita agar gizinya dapat terpenuhi secara optimal. “Harapannya, anak-anak di Kota Kediri dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, sehat, dan kuat, serta tidak muncul lagi kasus stunting,” pungkasnya.(*)





