Dalam pelaksanaannya, Vinanda menegaskan Pemkot Kediri tidak akan berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program prioritas nasional.
“Pelaksanaan arahan Presiden akan kami lakukan bersama Forkopimda. Sinergi ini adalah kunci untuk mendukung kelancaran program prioritas nasional di tingkat lokal,” tegasnya didampingi Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin.
Sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut, lanjut Vinanda, juga mencakup upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kondisi daerah yang aman dan kondusif dinilai menjadi prasyarat penting agar pembangunan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 sendiri menjadi momentum penguatan tata kelola pemerintahan nasional. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan Rakornas tahun ini diikuti sebanyak 4.011 peserta. Peserta terdiri atas kepala daerah, pimpinan DPRD, jajaran kementerian dan lembaga, serta unsur pimpinan TNI, Polri, dan Kejaksaan dari seluruh Indonesia.
Melalui Rakornas ini, pemerintah pusat berharap arus informasi dan kebijakan dari Jakarta ke daerah dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Bagi Kota Kediri, forum tersebut menjadi bekal strategis untuk memperkuat langkah pembangunan ke depan.
Dengan sinergi pusat dan daerah yang semakin solid, Pemkot Kediri optimistis mampu mengakselerasi program pembangunan sekaligus memperkuat pelayanan publik. Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan Kota Kediri sebagai kota yang maju, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional.(*)





