BODØ, Wartatransparansi.com – Manchester City kembali menelan hasil pahit dalam lanjutan Liga Champions. Bertandang ke markas FK Bodø/Glimt di Stadion Aspmyra, Norwegia, The Citizens harus pulang dengan kepala tertunduk setelah kalah dari tim tuan rumah.
Kekalahan ini menjadi sejarah bagi tuan rumah, sekaligus menambah luka bagi City yang baru saja menelan kekalahan pahit dalam Derby Manchester akhir pekan lalu.
Penyerang andalan City, Erling Haaland, yang kembali ke tanah kelahirannya, tidak mampu menyembunyikan kekecewaan dan mengecam performa tim dalam wawancara pasca-pertandingan.
Sadar telah mengecewakan para pendukung yang rela terbang jauh ke lingkaran Arktik dengan suhu di bawah nol derajat, para pemain City menunjukkan solidaritas mereka.
Komite kapten yang terdiri dari Haaland, Bernardo Silva, Ruben Dias, dan Rodri memutuskan untuk mengganti seluruh biaya tiket perjalanan para suporter yang hadir. Total dana yang dikucurkan mencapai £9.357 (sekitar Rp185 juta).
“Kami menyadari pengorbanan para penggemar yang mendukung kami dalam cuaca dingin yang membeku sepanjang malam yang sulit. Menanggung biaya tiket mereka adalah hal terkecil yang bisa kami lakukan,” bunyi pernyataan kolektif para pemain.
Hasil minor di Norwegia ini memaksa anak asuh Pep Guardiola berada dalam situasi sulit di fase liga Liga Champions.
City kini diwajibkan meraih kemenangan saat menjamu raksasa Turki, Galatasaray, pada Rabu pekan depan guna menjaga peluang finis di posisi delapan besar untuk langsung lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
Kevin Parker, juru bicara klub suporter resmi City, mengapresiasi langkah nyata para pemain. Menurutnya, tindakan ini membuktikan bahwa hubungan antara pemain dan fans tetap solid meski di tengah badai kekalahan.
“Bodø bukan tempat yang mudah dijangkau. Suhu dingin dan hasil pertandingan membuat malam itu menantang, namun gestur ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Manchester City kini harus segera mengalihkan fokus ke lanjutan Premier League melawan Wolves pada Sabtu mendatang sebelum menghadapi laga “hidup-mati” di kompetisi Eropa. (fan)





