“Nanti kami akan bekerjasama dengan PLN dan memetakan area mana saja yang bisa dipasang tempat untuk pengisian daya,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan GSN, Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap nasib pengemudi becak lansia yang masih harus menggenjot pedal secara manual.
“Bantuan ini murni dari kantong pribadi Bapak Prabowo, bukan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau dana negara. Beliau ingin memuliakan para pengemudi becak agar tidak lagi kepanasan dan kelelahan di usia senja,” jelas Teguh.
Ia menjelaskan, secara teknis becak listrik ini memiliki keunggulan kecepatan dibatasi maksimal 15 kilometer perjam demi keamanan, mampu menempuh jarak 40 kilometer dalam satu kali pengisian daya, ramah lingkungan tanpa emisi karbon dan suara yang senyap (noise-free).
“Terpenting, diberikan gratis dan jika terjadi kerusakan, GSN telah bekerja sama dengan bengkel Viar untuk perbaikan,” katanya.
Teguh menambahkan bahwa Surabaya merupakan salah satu kota prioritas. Secara nasional, Presiden menargetkan pengadaan 80.000 becak listrik hingga tahun 2027.
Salah satu penerima bantuan, Yasak, warga Rungkut Tengah, tak kuasa menahan haru ketika menerima bantuan. Pria yang telah menarik becak sejak tahun 1970-an ini merasa sangat terbantu dengan adanya teknologi listrik saat ini.
“Saya sudah menjadi tukang becak sejak tahun 70-an, tapi baru kali ini diberikan bantuan luar biasa seperti ini. Terima kasih Pak Prabowo, sekarang saya tidak perlu capek mengayuh becak lagi,” ucap Yasak. (*)





