Menanggapi pernyataan Presiden, Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia kembali swasembada pangan menjadi penyemangat besar bagi Kabupaten Jember untuk bangkit dan kembali menempati posisi strategis sebagai lumbung pangan, khususnya di Jawa Timur. Gus Fawait mengungkapkan bahwa Jember pernah menjadi daerah penghasil pangan nomor satu di Jawa Timur, dan kini bertekad untuk mengejar kembali capaian tersebut dalam lima tahun ke depan.
“Keberhasilan nasional ini menjadi pelecut semangat bagi kami di Jember. Kami ingin Jember kembali menjadi lumbung pangan, bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional,” ujar Gus Fawait.
Bupati juga menegaskan adanya keberpihakan nyata pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Jember. Ia menyebutkan bahwa alokasi anggaran pertanian dari pemerintah pusat dan daerah mencapai sekitar Rp149 miliar, angka tertinggi dalam lebih dari 40 tahun terakhir. Menurutnya, hal tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk melanjutkan optimalisasi lahan pertanian seluas 6.000 hektare, serta melakukan pemetaan menyeluruh terhadap infrastruktur pertanian, yang saat ini sekitar 70 persen masih dalam kondisi rusak. Selain sektor pertanian, Gus Fawait juga menyoroti tantangan besar di bidang infrastruktur pendidikan dan jalan yang membutuhkan perhatian serius. Meski demikian, ia tetap optimistis, mengingat pada tahun 2025 sektor pendidikan di Jember mencatatkan pembangunan terbesar sepanjang sejarah, termasuk dukungan revitalisasi sekolah terbesar secara nasional.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Gus Fawait optimistis Jember mampu berkontribusi signifikan dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





