Lebih lanjut, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali menjelaskan tema Hari Amal Bakti tahun ini, yakni Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju. Tema tersebut menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang lahir dari kesediaan untuk saling menghormati, memahami perbedaan, serta membangun sinergi demi kemajuan bersama.
Dalam konteks itu, Kementerian Agama dinilai memiliki peran strategis sebagai penjaga nalar keagamaan dalam bingkai kebangsaan. Melalui pendidikan keagamaan yang moderat, pelayanan agama yang inklusif, penguatan ekonomi umat, serta pengembangan program-program kerukunan, Kemenag menjadi penguat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kota Kediri merasakan betul kontribusi tersebut. Kehidupan umat beragama yang rukun, terawatnya dialog serta terjaganya kerja sama lintas iman merupakan modal sosial penting dalam membangun Kota Kediri yang MAPAN,” ungkap Mbak Wali. (*)





