Terkait peringatan Hari Jadi Kabupaten Jember, Bupati menegaskan bahwa peringatan tahun ini tidak dirayakan dengan pesta, melainkan dengan selamatan dan doa bersama. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden dan pemerintah pusat, mengingat bangsa Indonesia tengah menghadapi ujian berupa bencana alam yang menimpa saudara-saudara di Sumatera.
Selain itu, Gus Fawait juga menegaskan komitmen penguatan tata kelola pemerintahan melalui evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mulai awal tahun 2026, seluruh OPD diminta memaparkan target program, anggaran, serta rencana serapan selama tiga bulan ke depan dan menandatangani pakta integritas.
Evaluasi akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan, dengan melibatkan DPRD, khususnya Komisi C yang membidangi pendapatan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan maupun penyesuaian kebijakan, termasuk kemungkinan pergeseran jabatan apabila kinerja dinilai sangat baik atau sebaliknya.
Di bidang pembangunan, Pemerintah Kabupaten Jember sejak awal tahun berkomitmen untuk mendorong percepatan pelaksanaan program, khususnya infrastruktur agar tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas capaian program dan serapan anggaran
Menutup sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa tahun 2026 ditetapkan sebagai “tahun pembuktian”, setelah tahun 2025 menjadi “tahun pemanasan”. Salah satu target besar yang ingin dicapai adalah menurunkan angka kemiskinan di bawah 200 ribu jiwa, sebuah capaian psikologis yang belum pernah diraih dalam sepuluh tahun terakhir.
“Filosofi kita berbangsa dan bernegara adalah kesejahteraan. Mudah-mudahan di tahun 2026, angka kemiskinan kita bisa turun di bawah 200 ribu. Ini adalah tahun pembuktian,” pungkasnya.(*)





