Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IMI Surabaya itu menambahkan, bahwa atlet yang lolos seleksi akan masuk dalam program lanjutan berupa try in, try out, serta sparing partner dengan atlet Porprov. IMI Surabaya juga akan menerapkan sistem promosi dan degradasi guna menjaga kualitas dan daya saing atlet.
“Kami ingin pembinaan ini berjalan profesional. Ada promosi dan degradasi agar atlet terus terpacu meningkatkan prestasi, terutama untuk menghadapi Porprov dan kejuaraan resmi lainnya,” tegas pengusaha berdarah Makassar ini.
Sementara itu, bagi peserta yang belum lolos seleksi, IMI Surabaya yang saat ini di bawah komando Samsurin itu tetap memberikan ruang pembinaan. Mereka akan dimasukkan ke dalam database penghobi otomotif Surabaya yang nantinya akan mendapatkan pembinaan dan edukasi secara bertahap.
“Yang belum lolos bukan berarti berhenti. Mereka tetap kami data sebagai penghobi otomotif Surabaya dan akan dibina oleh IMI. Harapannya, potensi balap liar bisa dialihkan ke jalur yang legal, aman, dan berprestasi,” pungkasnya.
Melalui open call seleksi atlet balap motor ini, IMI Surabaya menegaskan komitmennya dalam menciptakan pembinaan balap motor yang terstruktur, berjenjang, dan berorientasi prestasi, sekaligus membangun budaya otomotif yang positif di Kota Surabaya.(*)





