Arderio menegaskan bahwa kunjungannya ke berbagai cabor adalah bentuk tanggung jawab KONI Surabaya dalam menjalankan fungsi pembinaan, bukan sekadar kunjungan simpatik.
“Silaturahmi ke cabor bukan bentuk kepedulian, tapi kewajiban. Kami ingin pengurus dan pelatih bisa berkeluh-kesah langsung. Tidak perlu menunggu, KONI yang harus jemput bola,” tegasnya.
Ia menilai Surabaya memiliki potensi besar dalam berbagai cabang olahraga, namun tetap dibutuhkan fokus pembinaan dari pengurus dan pelatih. Di sisi lain, KONI Surabaya akan memberikan stimulus agar setiap cabor terus berkembang, termasuk dalam hal inovasi dan penguatan sisi industri olahraga.
Komitmen Sambangi Semua Cabor yang Belum Terkunjungi
Dengan jumlah cabor yang besar, Arderio mengakui tidak semua bisa dikunjungi secara bersamaan. Namun ia memastikan agenda silaturahmi olahraga ini akan terus berlanjut.
“Sampai hari ini sudah 52 cabor yang saya datangi. Selanjutnya saya sudah menanyakan jadwal latihan wushu agar bisa berkunjung. Ke depan kami akan terus menyambangi semua cabor. Kalau tak kenal maka tak sayang, dan saya berkewajiban menengok atlet-atlet kebanggaan Surabaya,” ungkapnya.
Arderio berkomitmen membangun komunikasi yang lebih dekat dengan setiap cabor agar pembinaan atlet semakin efektif dan potensi medali pada Porprov 2027 dapat dimaksimalkan. (*)





