Libatkan 1200 Peserta Ikuti Tetralogy East Java Running Festival di Banyyuwangi  

Libatkan 1200 Peserta Ikuti Tetralogy East Java Running Festival di Banyyuwangi   

Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol. Arman Asmara, mengatakan EJRF merupakan event tetralogy pertama. Banyuwangi dipilih karena telah berpengalaman menggelar sport tourism.

“Banyuwangi perdana karena telah berpengalaman menggelar event olahraga. Dukungan masyarakat Banyuwangi sangat luar biasa,” kata Arman.

“Setelah dari Banyuwangi menyusul di Kota Kediri, Madiun, dan diakhiri di Surabaya,” ujar mantan Kapolresta Banyuwangi periode 2020-2021 itu.

Karena bertajuk Tetralogy, penyelenggara akan menyandingkan pelari terbaik dari seluruh rangkaian East Java Running Festival. Dalam setiap perlombaan, para pelari akan mendapat poin sesuai dengan posisi finish masing-masing. Poin itu nantinya akan diakumulasikan untuk menentukan penyandang pelari terbaik.

Para pelari terlihat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan poin maksimal. Dewi Nur Laily, juara race 5k kategori perempuan, mengaku terus berlatih untuk meningkatkan kecepatan rata-rata selama sebulan terakhir. Dewi berhasil mencatatkan waktu tercepat 26 menit 47 detik.

“Alhamdulillah terbayarkan ke depan ingin memperpendek waktu lagi,” tutur pelari kelahiran 1999 itu.

Ada juga Slamet (60) yang semangatnya tak surut meski usia sudah tidak muda lagi. Warga Kelurahan Lateng, ini tetap antusias berlari bersama anak dan cucunya.

“Saya senang sekali bisa ikut lomba lari ini. Meski sudah tua, tapi semangat harus tetap muda,” ujar Pak Slamet yang memilih kategori lari 2,5k. (yin/ais)