Rabu, 24 Juli 2024
29 C
Surabaya
More
    OpiniPemilihan Ulang PCNU Kabupaten Blitar Tidak Sah dan Bisa Digugat

    Pemilihan Ulang PCNU Kabupaten Blitar Tidak Sah dan Bisa Digugat

    Oleh Mujianto – Alumni IPNU Kabupaten Blitar periode 2000-2003.

    Surat PBNU nomor 1677/PB.03/A.I.03.44/99/03/2024 tertanggal 22 Maret 2024, perihal Pemilihan Ulang Ketua PCNU Kabupaten Blitar, yang menjadi dasar dilaksanakan Pemilihan Ulang (PU) untuk Ketua Tanfidziyah “cenderung cacat hukum”, karena :

    Laporan dari Tim Klarifikasi dan Investigasi Konfercab NU Kabupaten Blitar, yang dibentuk berdasarkan Surat Tugas Nomor 619/PB.03/A.I.06.08/99/04/2023, diragukan kebenaran hasilnya, karena tidak dilakukan Klarifikasi dan Investigasi yang menyeluruh, komprehensif dan adil kepada semua pihak;

    Atas dasar ini, Surat PBNU nomor 1677/PB.03/A.I.03.44/99/03/2024, isinya menjadi diragukan kebenaran karena, a-l :

    1. H. Arif Fuadi sudah mengirim berkas (dan soft copy) ke PWNU Jawa Timur dan PBNU Surat Pernyataan pernah menjadi pengurus Harian (Wakil Katib) PCNU Kab. Blitar, dan di tandatangani saksi2 (termasuk KH. Ardani Ahmad), kemudian disusulkan pula foto copy (dan soft copy) SK Kepengurusan Ansor Cabang Kabupaten Blitar;

    2. Bahwa saat paripurna pemilihan ketua Tanfidziyah, yang diajukan sebagai syarat, dan disetujui oleh Tim PWNU Jawa Timur dan peserta Konfercab adalah Jabatan Wakil Katib (pengurus harian), hanya karena saat itu fisik copy belum ada, telah meminta kepada PCNU Kab. Blitar saat itu, untuk mencari di arsip kantor PCNU Kab. Blitar.

    3. Surat pengajuan permohonan pengesahan beserta lampiran dokumen yg dipersyaratkan, sudah dikirim secara fisik maupun soft copy ke PWNU Jawa Timur dan PBNU, sesuai waktu yang ditentukan (tidak kadaluarsa) dengan “bukti Tanda Terima”;

    Baca juga :  AHWA dalam Perspektif Demokrasi di PCNU Blitar

    Kejanggalan lain dari Surat PBNU nomor 1677/PB.03/A.I.03.44/99/03/2024, adalah :

    Tuduhan H. Arif Fuadi tidak memenuhi syarat (tidak benar);

    Tidak mengirim berkas permohonan pengesahan pengurus (tidak benar);

    Kemudian PBNU membatalkan hasil Konfercab XVIII, tetapi yg dibatalkan hanya terkait dengan hasil pemilihan Ketua Tanfidziyah dan Formatur;

    Hasil pemilihan Rois Syuriyah tidak dibatalkan, bahkan Rois Syuriyah (yg belum ada SK nya, sudah bekerja seolah-olah sudah ada SK nya), dan ditugaskan untuk:

    1. Memfasilitasi penyelenggaraan tahapan Pemilihan Ulang Ketua Tanfidziyah;

    2. Mendiskualifikasi H. Arif Fuadi;

    3. Mengabaikan kelayakan H. Arif Faizin dan KH. Masdain Rifai untuk menjadi calon dalam tahapan Pemilihan Ulang Ketua Tanfidziyah.

    Sebagai tambahan :

    1. Sampai hari ini H. Arif Fuadi masih menjadi Ketua Tanfidziyah terpilih yang SAH (masih memegang dokumen Persetujuan Rois Syuriyah terpilih, serta dokumen pengesahan sebagai ketua terpilih yang di tandatangani Perwakilan PWNU Jawa Timur), dan Rois Syuriyah terpilih BELUM mendiskualifikasi.

    2. Pengabaian kelayakan H. Arif Faizin dan KH. Masdain Rifai, merupakan tindak diskriminasi organisasi, yg tanpa alasan yg sah. Ini adalah pelanggaran banyak hal.

    Baca juga :  Pemilihan Ulang PC NU Blitar Dinilai Tidak Sah dari Sudut Pandang Formil

    (O ya bagaimana ya PO nya, untuk prosedur mendiskualifikasi serta mencabut dokumen Persetujuan Rois Syuriyah terpilih, serta dilakukan dimana, dengan cara apa ?).

    Apabila saat gugatan akan diajukan, lalu terbit SK. PBNU tentang pengangkatan dan pengesahan struktur PCNU Kabupaten Blitar hasil PU, maka SK. Ini juga dapat ditambahkan sebagai materi gugatan.

    Siapakah yang berhak menggugat.

    Yang berhak menggugat adalah mereka yang punya kaitan langsung dengan peristiwa Konfercab, cq. Terkait pemilihan Ketua Tanfidziyah, yang dalam istilah hukum disebut mempunyai “alas hak” atau “legal standing”, antara lain H. Arif Fuadi, Ketua MWC NU dan Ketua Ranting NU.

    Gugatan dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau bersama-sama.

    Siapa yang bisa digugat ?.

    Yang bisa digugat adalah mereka yang memerintahkan dan melaksanakan Pemilihan Ulang, antara lain PBNU, PWNU, KH. Ardani Ahmad, Panitia Pelaksana

    Kemana mengajukan gugatan ?.

    Bisa ke Mahkamah Organisasi (jika sudah terbentuk), atau Pengadilan Negeri (PN) penggugat tinggal.

    Materi gugatan ?.

    Banyak sekali, bisa dicermati dari Surat PBNU nomor 1677/PB.03/A.I.03.44/99/03/2024 tertanggal 22 Maret 2024, perihal Pemilihan Ulang Ketua PCNU Kabupaten Blitar, berikut uraian (penjelasan) di atas, tinggal menyusun kembali dalam bentuk gugatan (serahkan ke Pengacara/ Advokad yg ditunjuk), para penggugat tinggal tandatangan Surat Kuasa Menggugat.

    Baca juga :  NU Blitar Diambang Kritis

    Berapa biaya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Blitar ?.

    Berdasarkan SK.KPN No. W4.U11.123/HK.02/01/2023 tanggal 10 Januari 2023, Biaya Gugatan untuk Radius IV (paling jauh) sebesar Rp. 2.595.000,-, ini disebut Panjar Biaya, karena Sidang Perkara Perdata bisa singkat, dan bisa panjang.

    Apabila persidangan sangat panjang, maka penggugat harus menambah biaya-biaya seperti biaya pemanggilan, yang sudah diluar plafon Panjar Biaya dan yg lain. (lebih lanjut lihat google tentang biaya perkara di Pengadilan Negeri Blitar).

    Pengacara/Advokad

    Apabila pihak penggugat tidak melakukan sidang sendiri, dapat mewakilkan dg Surat Kuasa kepada Pengacara/ Advokad profesional.

    Biaya Pengacara/Advokad

    Pada umumnya para Pengacara/ Advokad mempunyai tarif dan perhitungan sendiri-sendiri dalam melakukan profesinya, ada yang mahal, ada yang murah, bahkan ada yang gratis

    Untuk kasus semacam ini, bisa cari Pengacara/ Advokad yang berkualitas, tetapi dengan biaya murah.

    Bahkan untuk materi perkara yang cenderung populer di masyarakat seperti ini, seorang Pengacara/ Advokad bersedia tidak dibayar (gratis), karena juga ingin populer seperti populernya kasus yang ditangani, sehingga jika gugatan berhasil, ke dedepan namanya juga akan terangkat, yang akan berpengaruh pada citra dan honor yang didapat. (*)

    COPYRIGHT © 2024 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan