Rabu, 24 April 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWali Kota Eri: Saya Takut Gusti Allah saat Beri Bantuan

    Wali Kota Eri: Saya Takut Gusti Allah saat Beri Bantuan

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Wali Kota Eri Cahyadi meminta para petugas surveyor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya lebih mendalam mendata warga miskin agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

    “Saya mohon betul untuk bisa diperdalam (pendataan), karena saya tidak ingin memberikan bantuan kepada orang yang tidak semestinya. Saya takut kepada Gusti Allah ketika memberi bantuan kepada orang lain, tapi dia sebenarnya mampu namun tidak mau bekerja dan hanya meminta,” kata Erii, Senin (19/2/2024).

    Sebagai informasi, pada Kamis (15/2/2024) kemarin, petugas Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) dan Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) Semester I Tahun 2024, resmi dilepas untuk bertugas melakukan pendataan mulau awal Maret.

    Baca juga :  AHY dan Pj. Gubernur Serahkan Sertifikat Tanah untuk 10 Gereja di Jatim

    Karena itu, Eri berharap kepada para petugas surveyor dari BPS Surabaya agar menggali informasi lebih dalam soal warga tersebut bekerja sebagai apa.

    “Sehingga kami tahu sebenarnya berapa orang miskin dari hasil Susenas itu. Dengan begitu, kami bisa melakukan kekuatan-kekuatan pemerintah kota untuk menyelesaikan dan membantu kemiskinan,” ujarnya.

    Menurutnya, hadirnya pemerintah kota dan negara ini adalah untuk menyelesaikan kemiskinan. Nah, untuk menyelesaikan hal tersebut, di awal tentu yang dibutuhkan ialah data warga yang akurat agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.

    “Dengan Susenas yang dilakukan BPS ini, saya berharap bisa membantu Surabaya, bahkan seluruh Indonesia untuk menyelesaikan masalah-masalah kemiskinan,” tuturnya.

    Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan menyampaikan bahwa Susenas dan Sakernas dilaksanakan dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Maret dan September.

    Baca juga :  Mantan Kajari Bondowoso Divonis 7 Tahun Penjara

    “Sementara tahun ini dimajukan pada bulan Februari, karena Maret sudah memasuki bulan puasa Ramadan,” kata Arrief usai acara pelepasan petugas Susenas dan Sakernas.

    Ia menyebutkan bahwa ada sebanyak 6 indikator penting yang dihasilkan dari Susenas untuk Sustainable Development Goals (SDGs). “Sedangkan untuk Susenas menghasilkan indikator SDGs 62 dari 124 yang dikumpulkan,” jelasnya.

    Arrief menjelaskan sejumlah indikator penting yang dihasilkan dari survei itu adalah angka kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu, indikator lain adalah Rata-rata Lama Sekolah (Mean Years of Schooling), air bersih hingga kesehatan.

    “Ada 131 petugas Susenas, dan 9 petugas Sakernas. Susenas estimasinya (output) sampai kabupaten/kota, kalau Sakernas estimasinya level provinsi,” paparnya.

    Baca juga :  Layanan Hematologi Onkologi Anak RSUD Dr. Soetomo

    Pihaknya menargetkan, ada sebanyak 1.210 sasaran Susenas pada Semester I tahun 2024. Sedangkan untuk Sakernas, ditargetkan menyasar sebanyak 210 responden di Kota Surabaya.

    “Jadi (sasaran) itu sudah ada data sample dari pusat, bahwa sekian, mana-mana saja, klaster-klaster mana saja yang kita datangi (survei),” katanya. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan