Jumat, 12 April 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWali Kota Eri dan Chief of Mission Kedubes Belanda Bahas Banjir hingga...

    Wali Kota Eri dan Chief of Mission Kedubes Belanda Bahas Banjir hingga Sister City

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Ketua Misi (chief of mission) dan Kepala Hubungan Ekonomi, Kedutaan Besar (Kedubes) Kerajaan Belanda, Adriaan Palm, bertemu dan membahas berbagai program. Antaranya, soal penanganan banjir, pengelolaan air bersih, transportasi, pengembangan pariwisata, hingga rencana kerja sama sister city.

    Menurut Eri Cahyadi, saat pertemuan dengan Adriaan, pada Raby (13/12/2023), keduanya membahas berbagai program yang dapat disinergikan antara Pemkot Surabaya dengan Pemerintah Kerajaan Belanda.

    “Surabaya dengan Belanda tidak jauh berbeda dalam menangani banjir, karena letaknya yang berada di pesisir. Selain menangani masalah banjir, Pemkot Surabaya juga ingin berkolaborasi soal manajemen pengelolaan air yang dibuang ke sungai menjadi jernih. Karena, di Surabaya juga ada susur sungai seperti kota-kota yang berada di Belanda,” kata Eri.

    Dia ingin, hubungan kerja sama antara Kota Surabaya dengan kota-kota yang ada di Belanda nantinya bisa memberikan solusi terbaik dalam hal penanganan banjir. “Karena seperti yang kita ketahui, riol (saluran) yang ada di Surabaya itu bangunan pada zaman Belanda. Sehingga saya membutuhkan integrasi riol-riol yang ada di Kota Surabaya,” ujarnya.

    Baca juga :  Meriah, Reuni Akbar dan Halal Bi Halal Keluarga Bani Nyonorejo

    Eri mengungkapkan, riol-riol yang dibangun pada zaman kolonial Belanda kala itu, kondisinya sudah terputus. Seperti riol yang berada di kawasan Jalan Blauran dan Jalan Kedungdoro.

    “Kalau itu (Belanda) sudah ada gambarnya, juga mungkin ada arsitek yang memiliki kemampuan yang sama, bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Surabaya,” ujarnya.

    Bukan hanya itu, Eri juga ingin, Kota Surabaya menjalin hubungan kerja sama dengan Belanda terkait pengembangan wisata kota tua. Nantinya, Pemkot Surabaya akan meminta data terkait gedung-gedung peninggalan Belanda yang ada di Kota Pahlawan.

    “Sehingga kita juga akan sister city di bidang pariwisata. Bagaimana cerita dan bagaimana gedung-gedung itu bisa dijadikan wisata heritage seperti yang saya sampaikan sebelumnya,” katanya.

    Baca juga :  Open Hause Khofifah Ajang Pererat Silaturahmi dan Kuatkan Hablumminannas

    Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi awal hubungan yang baik antara Kota Surabaya dengan salah satu kota yang ada di Belanda ke depannya. Dia  pun berharap, pertemuan ini bisa dilanjutkan hingga menjadi hubungan sister city ke depannya.

    Kepada Adriaan, Eri mengungkapkan, bahwa selama ini Kota Surabaya juga menjalin sister city dengan kota-kota lain dari berbagai negara. Seperti Kota Tokyo, Jepang; Kota Liverpool, Inggris; dan Kota Busan, Korea Selatan. “Indonesia dan Belanda punya ikatan lebih karena story (cerita sejarah). Karena itu, saya ingin (Belanda) ada hubungan sister city seperti dengan Liverpool, Inggris. Salah satu contoh nyata, adanya pertukaran pelajar,” harapnya.

    Sementara Adriaan Palm mengatakan, dirinya senang bisa bertemu secara langsung dengan Wali Kota Eri Cahyadi. Dia pun berharap Kota Surabaya bisa menjalin hubungan yang lebih baik dengan kota-kota yang ada di Belanda ke depannya.

    Baca juga :  Sholat Idul Fitri di Mas Surabaya,  Pj. Gubernur:  Bersyukur Situasi Jatim Aman, Nyaman Terjaga

    “Saat ini kita fokuskan pada MoU sister city, kalau sudah ada hubungan ini, akan bisa menjadi seperti hubungan keluarga, sehingga bisa saling bertukar informasi dan sharing antara Kota Surabaya maupun dengan kota yang dipilih sebagai sister city,” katanya.

    Kota Surabaya, kata Adriaan, memiliki potensi kerja sama yang sangat besar. Dia berharap di tahun 2024 bisa segera melakukan Memorandum of Understanding (MoU) sister city dengan kota-kota terpilih dari Belanda.

    “Kita akan melihat kompetensi atau kesamaan antara kota yang ada di Belanda dengan Kota Surabaya. Misal, kota yang kita pilih sebagai calon sister city juga harus kita sadari bahwa program mereka juga sama dengan program lokal pemerintahan yang berada di sini,” ujarnya. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan