Digarap 2024, Bekas Kantor Dagang Inggris di Banyuwangi Disulap Jadi Wisata Heritage

Digarap 2024, Bekas Kantor Dagang Inggris di Banyuwangi Disulap Jadi Wisata Heritage

Dr. Thor Kerr dari Curtin University Perth Australia dan Irfan Wahyudi, PhD dari Universitas Airlangga telah melakukan riset tentang keterkaitan Banyuwangi dan Australia masa itu, dan salah satu jantung aktivitasnya adalah di Asrama Inggrisan.

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR Essy Asiah mengatakan Kementrian PUPR mendapat penugasan melakukan sejumlah pembangunan di Banyuwangi. Di antaranya Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan.

“Kementrian PUPR berkomitmen mendukung pembangunan yang bisa mendorong kemajuan ekonomi daerah. Di Banyuwangi, di antaranya kami akan merevitalisasi Asrama Inggrisan,” ujar Essy.

Essy melanjutkan, pembangunan Asrama Inggrisan akan tetap mempertahankan fasad bangunan aslinya. Karena arsitektur gedung yang sudah ada sejak jaman penjajahan tersebut merupakan bangunan heritage yang menjadi bagian cagar budaya daerah.

“Asrama Inggrisan akan dibangun dengan konsep wisata edukasi. Semua bangunan hanya akan direvitalisasi tanpa mengubah bentuk, karena Asrama Inggrisan juga merupakan bangunan cagar budaya daerah. Di lokasi tersebut akan dilengkapi dengan museum, hotel, hingga meeting point,” terangnya.

Selama di Banyuwangi, Tim Kementrian PUPR juga langsung melakukan survey sebelum pelaksanaan pekerjaan. (*).