Kamis, 22 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaMenteri Agama Gus Yaqut: Jihat Santri Jayakan Negeri

    Menteri Agama Gus Yaqut: Jihat Santri Jayakan Negeri

    SURABAYA (Warta Transparansi.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf saat melepas Jalan sehat Hari Santri 2023 di Surabaya, Sabtu (21-10-2023). Dalam sambutannya Ia menegaskan, pentingnya peran santri dalam membangun negeri tercinta Negara Kesatuan Republic Indonesia.

    Hadir, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajarannya, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, para pejabat Eselon I Kemenag, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Khusnul Maram, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, dan jajaran Forkompimda Jawa Timur dan Kota Surabaya.

    Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

    Menurut Gus Yahya, panggilan akrabnya, mengingatkan peran santri dalam jihad fii sabilillah mempertahankan NKRI, menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945.

    Baca juga :  Puskesmas se-Surabaya Deteksi Dini Penyebaran Demam Berdarah

    “Mari kita berjihad. Sebab negara ini didirikan dengan jihad. Masa depannya juga harua diperjuangkan dengan jihad. *Jihad santri, jayakan negeri*,” tegas Gus Yahya.

    Gus Yahya menjelaskan bahwa kota Surabaya itu tidak lepas dari sejarah Resolusi Jihad yang digaungkan para ulama pada 22 Oktober 1945. Saat itu, mereka berkumpul di Surabaya dan meminta pemerintah memobilisasi warganya untuk jihad fii sabilillah, mempertahankan NKRI dari upaya sekutu untuk menjajah kembali.

    “Surabaya menjadi pusat dari pertarungan mempertahankan NKRI. Peristiwa itu menjadi titik penting sebagai pondasi keberlangsungan proklamasi,” jelas Gus Yahya.

    “Mari jangan sampai kejayaan yang telah diperjuangkan para pahlawan itu batal di masa depan karena kita tidak mampu meneladani kepahlawanan mereka,” tegasnya.

    Baca juga :  Wali Kota Eri: Saya Takut Gusti Allah saat Beri Bantuan

    Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, jalan sehat ini digelar dalam semarak Hari Santri. Kegiatan ini sebagai ikhtiar menjaga kesehatan dan memberi nuasan kegembiraan. Menurutnya, Hari Santri sebagai alat menyatukan bangsa Indonesia.

    “Ini menunjukkan bahwa negara mengakui perjuangan para santri, memberikan kado istimewa yakni Hari Santri,” tuturnya.

    “Santri selalu terlibat menjadi bagian dalam momentum penting negeri ini. Momentum Hari Santri menunjukkan bahwa setiap episode sejarah negeri ini, selalu melibatkan santri,” ungkapnya.

    Jalan santai ini diikuti jutaan masyarakat dan santri dari berbagai daerah di Tanah air. Mereka memadati sepanjang Jalan Gunernur Suryo, Kota Surabaya, sejak pagi.

    Jalan santai dilepas Gus Yahya mulai pukul 06.30 WIB dari Jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan Gedung Negara Grahadi. Peserta lalu menuju jalan Jenderal Soedirman, lalu keJalan Basuki Rahmat, kawasan Embong Malang, Praban, Siola, lalu balik ke Gedung Negara Grahadi.

    Baca juga :  Pulang Kerja Tengah Malam, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil

    Panitia telah menyediakan berbagai doorprize, mulai dari sepeda gunung, televisi, lemari es, 60 paket umrah hingga mobil.

    Hari Santri 2023 juga akan digelar Sarung Santri Nusantara yang diadakan di Gedung Negara Grahadi dan pembacaan 1 miliar Shalawat Nariyah di Masjid Al-Akbar Surabaya. Apel Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai Pembina Apel, adalah puncak Hari Santri.(*)

    Reporter : Sumardji

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan