Gelaran Porprov Jatim, KONI Jatim Catat 85 Rekor Terpecahkan

Gelaran Porprov Jatim, KONI Jatim Catat 85 Rekor Terpecahkan

Kemudian yang kedua, lanjut Nabil, yang lebih menjadi perhatian KONI Jatim adalah terjadinya penyebaran perolehan medali di cabor-cabor itu. Bagi Nabil, hal itu menunjukkan bahwa ada pembinaan yang serius, sehingga hampir di semua cabor terjadi peningkatan.

“Hampir semua daerah mendapat medali. Misalnya, Gresik itu dapat medali emas senam dan panjat tebing, kemudian menjadi juara umum di cabor tersebut. Di cabor renang juga merata. Belum lagi cabor-cabor permainan. Seperti MMA itu, diraih Kota Pasuruan juara umumnya. Selam didominasi Kabupaten Pasuruan, tapi banyak daerah lain yang juga mendapat medali emas di cabor ini,” papar Nabil.

Pada Porprov Jatim VIII/2023 lalu, hampir semua kabupaten/kota menunjukkan sebuah prestasi di cabor dan nomor. Ada yang menguasai cabornya, ada yang menang di nomor tertentu.

“Ini bagi kami membanggakan, sebab dicatat sebagai prestasi yang sebenarnya lantaran berdasarkan alat ukur. Mulai kecepatannya dan kekuatannya. Saat ini, alumni-alumni Porprov sudah terus meningkat. Sebagai contoh, lifter Luluk Diana yang juara dunia angkat besi di Meksiko. Begitu juga dengan basket 3×3 kemarin. Anak-anak Puslatda kita itu rata-rata jebolan Porprov,” jelas Nabil.

Masih kata Nabil, bahwa alumni atlet-atlet Porprov VIII ini, nantinya memang belum bisa bersaing apabila diturunkan di PON XXI/2024 di Aceh-Sumut. Namun dengan pembinaan yang berkelanjutan, mereka bisa diharapkan untuk PON XXII/2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, ini semua memperlihatkan bahwa ada jenjang pembinaan dan prestasi yang berjalan dengan baik, melalui mekanisme dan administrasi yang baik pula.

Artinya berdasarkan data dan kemampuan. Kalau yang tidak terukur, nanti pada akhirnya akan terukur. Tapi ada perlakuan-perlakuan pembinaan yang luar biasa.

“Tinggal bagaimana kita memoles, mulai pelatihnya meningkatkan keilmuannya, dan menjaga kondisi psikis anak-anak. Tidak boleh demam panggung, tidak boleh grogi, bisa beradaptasi dengan atmosfer pertandingan. Karena itu, harus terus digembleng dan tidak boleh putus koordinasi dengan KONI kabupaten/kota,” papar Nabil.

Ia menambahkan, apa yang telah dilakukan Pengcab cabor dan KONI kabupaten/kota ini sudah sesuai dan sejalan dengan pola rekrutmen Puslatda KONI Jatim.

“Tahapan rekrutmen kita kan dari KONI daerah, dari Porprov, atau secara perorangan walaupun tidak banyak. Perorangan itu artinya, kalau ada atlet yang ikut single event dan hasilnya baik, akan kita masukkan ke Puslatda. Tentu harus melalui skrining,” pungkas Nabil. (*)