“Pemuda harus melakukan transisi budaya dari aptis menjadi aktif dalam keikutsertaan menyumbangkan ide dan gagasan kepada pemerintah. Mendorong kemajuan sumber daya manusia perlu juga menjadi perhatian pemangku kebijakan sehingga dapat melakukan akselerasi teknologi nasional guna menunjang hilirisasi pada setiap sektor.,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan untuk segera memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan. Karena selain meminimalisasi dampak lingkungan, pemanasan global atau iklim ekstrim. Namun juga progam hilirisasi dapat berdampak pada naiknya nilai tambah pada komuditi.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga-lembaga swasta, pemerintah dan organisasi kepemudaaan mesti di jalin terus dalam berkelanjutan hilirisasi,” katanya di vicon Fakultas Hukum Universitas Tadulako (UNTAD), (30/82023).
Diskusi yang bertemakan “Peran Pemuda Dalam Mendorong Hilirisasi energi dan Inovasi yang Berkelanjutan” ini diisi berbagai narasumber. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulteng, Shauqi H. Maskati, dan Drs. Aminudin Kasim, SH., M.hum akademisi fakultas Hukum UNTAD.
Dialog publik kerjasama DPD KNPI Provinsi Sulawesi Tengah dan Badan Eksekutif Fakultas Hukum Mahasiswa Universitas Tadulako (BEMFA UNTAD). Dipandu oleh Ketua panitia, Moh. Ray Utomo, dan mother of ceremony Fatia Suci Oktaviani. (*)





