Selasa, 21 Mei 2024
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaRatusan Ribu Warga Kota Surabaya Berisiko Obesitas

    Ratusan Ribu Warga Kota Surabaya Berisiko Obesitas

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat, hingga bulan Juni 2023, terdapat ratusan ribu (153.476 orang) warga Surabaya mengalami perkembangan dengan risiko obesitas (Indeks Massa Tubuh >25).

    Menurut Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina, faktor risiko obesitas (Indeks Massa Tubuh >25) lebih rentan terkena pada kelompok usia >18 tahun. Seperti terjadi pada pria berinisial S (51) warga asal Kelurahan Kapasmadya Baru, Kecamatan Tambaksari Surabaya. Sebelumnya, pria  tersebut harus dievakuasi oleh Tim Gerak Cepat (TGC) untuk mendapatkan perawatan ke rumah sakit pada Selasa lalu, (1/8/2023).

    Untuk mencegah berkembangnya penyandang obestitas di Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, selama ini pihaknya intens memberikan edukasi kepada masyarakat. Upaya ini salah satunya dilakukan dengan memberikan penguatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang kesehatan.

    Baca juga :  Easy Paspor Pasar Atom Mall Diinisiasi Imigrasi Tanjung Perak Diserbu Pemohon

    “Upaya yang dilakukan melalui KIE berupa sosialisasi tentang faktor risiko obesitas dan bahaya obesitas bagi kesehatan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat, media sosial, elektronik dan lainnya,” kata Nanik Sukristina, Jumat (4/8/2023)

    Selain itu, Nanik menyebut, Dinkes Surabaya juga memberikan edukasi tentang makanan seimbang. Juga, mengimbau dan mengarahkan untuk melakukan cek kesehatan secara rutin di Puskesmas dan layanan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pos Bindu) di masing-masing wilayah.

    “Sosialisasi juga dilakukan melalui imbauan agar menghindari masyarakat Makanan Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK),” ujarnya.

    Tak hanya itu, Nanik menyatakan, bahwa antisipasi terkait obesitas di Surabaya juga dilakukan melalui Puskesmas di setiap wilayah. Sosialisasi itu mulai dari kegiatan penyuluhan bagi kader dan masyarakat umum, kegiatan pemeriksaan terpadu (Bindu) serta pemeriksaan Terpadu Jiwa, Rokok dan Narkoba (Bindu Jirona).

    Baca juga :  Pelajar di Surabaya Dilarang Study Tour ke Luar kota

    “Sosialisasi juga dilakukan pada kegiatan pertemuan rutin lainnya di masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan RT/RW, kelurahan dan lainnya,” ungkapnya. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan