SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Bupati Sidoarjo, Subandi memberikan imbauan ke media terkait situasi keamanan di Kota Delta, Sidoarjo.
Stabilitas politik tanah air tengah diguncang usai meninggalnya seorang driver ojek online (ojol) di Jakarta. Imbasnya, amukan massa merembet ke Jawa Timur hingga terjadi pembakaran gedung di Surabaya.
Meski begitu, kondisi Kota Delta dipastikan aman terkendali. Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan, pihaknya langsung bergerak mengantisipasi segala kemungkinan.
“Alhamdulillah, hari ini kita berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim, Banser, Ansor, semua kita kerahkan,” Tutur nya saat di wawancarai usai kegiatan di Lapangan Parkir Timur GOR Delta, Minggu (31/8).
Selain itu, pihaknya juga akan mengajak mahasiswa dan BEM untuk duduk bersama dalam menjaga ketertiban. Hal tersebut sebagai langkah penting untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Sidoarjo.
” Semoga Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,seperti di Surabaya dan Kediri,” ujarnya.
Subandi juga akan melakukan untuk menggelar sholat ghaib bersama. Hal itu sebagai bentuk doa kepada korban yang jatuh dalam aksi demonstrasi.
“Kami akan melibatkan banyak elemen yangmulai ojol, tukang becak, para kiai, hingga ribuan warga akan diundang ke pendopo,” jelasnya.
“Kita tidak mau Sidoarjo yang jadi penyangga Surabaya ditunggangi gerakan penyusup,” tegasnya.
Pemkab juga sudah mengeluarkan surat edaran agar semua lini siaga. Mulai tingkat RT/RW, desa, kecamatan, hingga kabupaten diminta bersiap menjaga lingkungan masing-masing
Pemerintahan Sidoarjo (Pemkab )juga mengerahkan Satpol PP serta menggandeng Ansor untuk ikut berjaga. DPRD Sidoarjo dan kantor Pemkab menjadi salah satu fokus gedung yang diamankan.
“Kalau ojol di Sidoarjo insya Allah aman, yang bahaya itu penyusup yang ingin menghancurkan negara,” tegasnya lagi.
“Stabilitas politik di Sidoarjo harus terjaga, supaya pemerintahan tetap berjalan, masyarakat bisa bekerja dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)