Minggu, 19 Mei 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKetua DPD RI: Sebaiknya Kepala Bappeda Jatim Diganti

    * Dianggap Menghambat Pencairan Kegiatan Olahraga

    Ketua DPD RI: Sebaiknya Kepala Bappeda Jatim Diganti

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap Kepala Bappeda Jawa Timur (Jatim), agar concern dalam penganggaran program gubernur di bidang olahraga, terutama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

    Seperti diketahui, hibah untuk KONI Jatim di tahun 2023, hanya sebesar Rp 55 miliar,  belum termasuk Porprov VIII/2023, yang rencananya digelar pada September mendatang.

    “Minimnya anggaran untuk KONI Jatim, ini jelas membuat program Puslatda dan juga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang telah disusun dengan rinci dan melibatkan banyak komponen penting bisa berantakan,” ujar LaNyalla, Sabtu (8/7/2023) mengutip konijawatimur.co, Minggu (9/7/2023).

    Dari hearing dengan Komisi E DPRD Jatim beberapa waktu, diketahui anggaran untuk Porprov VIII/2023 tidak masuk dalam PAK.

    Baca juga :  Pelajar di Surabaya Dilarang Study Tour ke Luar kota

    Namun kemudian, ada jaminan bahwa nantinya ada anggaran untuk Porprov VIII besarnya sampai Rp 15 miliar, bahkan kemudian muncul kabar akan ditambah lagi Rp 5 miliar.

    Meskipun anggaran ini juga sangat minim, karena sebagai perbandingan untuk Porprov VII/2022 anggaran yang turun adalah Rp 18 miliar, melombakan 46 cabang olahraga (cabor), bahkan pada Porprov VI/2019 anggarannya mencapai Rp 21 miliar.

    Untuk Porprov VIII/2023 September mendatang, KONI Jatim masih menunggu kabar dari Kepala Bappeda Jatim berapa anggaran yang dikucurkan. KONI Jatim sendiri menganggarkan Rp 21,5 miliar.

    Bahkan, karena belum ada kejelasan ini beberapa cabor tidak bisa menggelar Pra Porprov.

    “Saya dengar Kepala Bappeda Jatim yang membuat anggaran untuk olahraga terutama Porprov masih tanda tanya. Ini tidak benar, berarti dia (Kepala Bappeda) tidak menjalankan dan merusak program gubernur dengan baik. Porprov itu kan amanat undang-undang, program pemerintah provinsi, kenapa dipersulit,” tegas senator dari daerah pemilihan Jatim ini.

    Baca juga :  Easy Paspor Pasar Atom Mall Diinisiasi Imigrasi Tanjung Perak Diserbu Pemohon

    LaNyalla menegaskan, bahwa olahraga prestasi tak kalah penting dibanding dengan sektor lain.

    Sebab, melalui olahraga akan lahir sumber daya manusia (SDM) unggul. Lewat olahraga, kata LaNyalla, sebuah daerah akan memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi.

    Dan ini harus didukung oleh Bappeda sebagai lembaga yang menjadi perencana anggaran.

    Kepala Bappeda Jatim Menghambat Pencairan

    Bahkan dengan nada keras, LaNyalla mengingatkan agar kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, M Yasin sebaiknya diganti saja karena selalu menghambat pencairan kegiatan dan pembinaan olahraga.

    “Dampak kinerja yang cenderung lambat dan menghambat ini akan berdampak pada ibu Gubernur Jatim. Kasihan beliau itu, namanya menjadi kurang baik karena sikap kebijakan yang dilakukan oleh kepala Bappeda,” pungkas LaNyalla.

    Baca juga :  Wali Kota Minta PPK Jaga Netralitas Pilkada Surabaya

    Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII 2023 yang rencananya digelar 9-16 September, akan melombakan 53 cabor. Digelar di Sidoarjo Raya, yaitu Sidoarjo, Jombang, Kab Mojokerto dan Kota Mojokerto.

    Mengenai jumlah olahraga yang dipertandingkan ada peningkatan 7 cabor dibandingkan Porprov VII/2022, hanya melombakan 46 cabor. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan