Minggu, 19 Mei 2024
27 C
Surabaya
More
    LifeStylePuisi Wina Armada Sukardi *Kuali*

    Puisi Wina Armada Sukardi *Kuali*

    Kuali kukuh di atas tungku api membara memasak kuah daging kambing

    harumnya menyambut iler
    tersisa memurukkan sibiran bahan terakhir: kepala kambing hitam.

    Jika dengki dan hasad telah melilit kalbu
    keturunan adam keji mencari kambing hitam
    tak sekedar dugaan musuh dalam selimut
    bahkan kawan lama yang berbakti tertuding sebagai pengggangu keselesaan

    Terhadap kambing hitam bebas diperbudak
    sekiranya sekedar menakhlikkan pesakitan atas pesanan
    masih jauh lebih baik
    tetimbang lenyapnya sang kambing hitam.

    Berapa puluh juta orang dijerat tanpa pernah diadili
    yang arwahnya melayang tiada didoakan
    Berapa puluh ribu yang disembelih oleh karibnya
    Berapa ratus orang yang terzolimi sesuka hati para penganiaya.

    Kambing hitam mudah dicari, ditangkap dan digorok.
    Harus dipastikan kambing hitam yang telah kita rebus dan masak mengembik alami
    Salah memilih kambing hitam kemungkinan diri sendiri berbalik disangkakan kambing hitam
    siap dimasak di dalam kuali.

    Baca juga :  Mampir Dulu Ke Kampung PIA Gempol, Rasanya Aroma Juara

    Loba kekuasaan mendakwa sembarangan siapapun menjadi kambing hitam
    yang dapat segera dimasukan ke dalam kuali
    dimasak bersama kuah darah dan air mata.

    Kedudukan yang dibuai kemunafikan mendorong haus dan lapar
    gawean apapun diisap bagaikan rayap.
    Perbaikan jembatan dan jalan dimakan dengan tamak
    Kiat mengelak pun sudah ada : sediakan kambing hitam
    masukan dalam kuali.

    Bagaimanapun afdal perhitungan muslihat tetap ada kedaifan
    Termakan kabar angin tetiba tak terduga rakyat ramai-ramai mengkambing hitamkan kita
    untuk sesuatu yang tak pernah diri kerjakan
    lantas memasukan kepala kita ke dalam kuali panas berisi kuah.

    Hanya manusia yang yang benar-benar mencari kambing hitam bertanduk
    bukan kambing dalam pikiran hitam
    mampu dimasak dalam di kuali dengan nyaman
    tanpa dikejar rasa takut apapun

    Baca juga :  Teman Khayalan di film “IF: Imaginary Friends” yang Sering Dilupakan

    Mari, mari, rasakan hidangan lezat kambing hitam di kuali.
    Andai jiwa menyemburkan warna putih bersih
    dan hati sebening kristal terawat
    tak mungkinlah ditukaskan sebagai kambing hitam.

    Mari, Mari, ambil sajian dari kuali
    jangan ragu dan khawatir
    rasanya nan sedap sebagaimana lapangnya setiap tarikan nafas serundai.***

    Cisarua, 24 Mei 2023.

    =====

    Puisi “Benda” sehari-hari karya Wina Armada Sukardi, tahun 2023:

    22. Kuali
    21. Perangko
    20. Gergaji
    19. Payung
    18. Gincu
    17. Kopiah
    16. Roda
    15. Kantong Plastik 2
    14. Sepatu 1
    13. Tirai
    12. Pulpen
    11. Sajadah 1
    10. Palu
    9. Sapu
    8. Koper
    7. Tempat Tidur
    6. Lift
    5. Kai Kafan
    4. Meja Makan
    3. Tangga
    2. Kursi
    1. Pintu

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan