Kamis, 18 April 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurNganjukEmil Dardak: Eksistensi Kyai di Jatim Bawa Pengaruh Positif Bagi Sejarah Bangsa...

    Wagub Emil Elestianto Dardak Silaturahmi dan Ziarah ke KH Fathurrahman Poleng

    Emil Dardak: Eksistensi Kyai di Jatim Bawa Pengaruh Positif Bagi Sejarah Bangsa Indonesia

    NGANJUK (Wartatransparansi.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak
    menegaskan bahwa eksistensi para kyai di Jawa Timur membawa pengaruh yang positif bagi
    sejarah bangsa Indonesia.

    Hal itu diperkuat dengan kehadiran Pondok Pesantren (ponpes) sebagai wadah pendidikan untuk para santri dalam mengasah kemampuan spirtual serta disiplin ilmu lainnya.

    Jatim dapat dikatakan provinsi yang mensyukuri eksistensi para kyai yang mengiringi
    sejarah bangsa Indonesia. Dari eksistensi Kyai, ada ponpes yang kemudian membentuk
    generasi penerus dari pewaris pendahulu kita, kata Wagub Emil setelah bersilaturahmi
    bersama keluarga KH Fathurrahman Poleng sekaligus ziarah ke makam Kyai Haji
    Fathurrahman di Dusun Poleng, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk
    pada Minggu, (30/4).

    Generasi penerus dari para Kyai, kata Wagub Emil, diwujudkan dalam bentuk pondok
    pesantren. Yang mana ponpes dibuat sebagai wadah pendidikan generasi penerus baik dari
    sisi keagamaan dan disipilin ilmu lainnya. Bahkan, dirinya menegaskan bahwa Ponpes
    merupakan lembaga atau institut yang masih relevan sampai saat ini untuk mencetak generasi muda yang mampu diandalkan.

    Ponpes tidak hanya membangun sisi kemanusiaan tetapi juga membangun pendidikan
    spiritual. Bahkan para santri juga belajar dan berprestasi tidak hanya di bidang spiritual tapi
    di bidang lainnya, tuturnya.

    Untuk mendukung serta menjaga peran perjuangan kyai dan ponpes sendiri, Wagub Emil
    menjelaskan bahwa dirinya bersama Gubernur Khofifah memiliki 9 program kerja bernama
    Nawa Bhakti Satya.

    Disebutkan, ada Jatim sejahtera untuk pengentasan kemiskinan, Jatim akses untuk infrastruktur, Jatim agro pertanian dan masih banyak lagi.

    Dari kesembilan program kerja untuk mewujudkan Nawa Bakti Satya, Wagub Emil
    menambahkan bahwa ada program Jatim berkah. Program Jatim Berkah bertujuan untuk
    mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, terbuka, dan partisipatoris guna
    memperkuat demokrasi kewargaan untuk menghadirkan ruang sosial yang menghargai
    prinsip kebhinekaan.

    Membangun tidak saja kerja keras dan cerdas, tapi juga lewat doa. Semakin terbangun
    spiritual maka ikhtiar kita semua akan diberkati Allah," ungkapnya.

    Lebih lanjut, Wagub Emil berharap silaturahmi yang dilakukan semakin menambah ikatan
    kekeluargaan dan komunikasi serta membawa berkah dan kedamaian bagi semua orang.
    "Alhamdulillah dengan silaturahmi semakin dekat dan Istiqomah. Silaturahmi terus terjalin, tutupnya.

    Adapun setelah bersilaturahmi bersama keluarga KH Fathurrahman, mantan Bupati
    Trenggalek tersebut melakukan ziarah ke makam Mbah Poleng. Sebagai informasi, Wagub
    Emil juga masih ada keturunan Mbah Poleng dari Lasem. (gatot sugianto/min)

    Sumber : WarrtaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan