Sabtu, 18 Maret 2023
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaUNICEF Lakukan Pendampingan Surabaya Menuju KLA Dunia, DPRD Dukung Lewat Perda

    UNICEF Lakukan Pendampingan Surabaya Menuju KLA Dunia, DPRD Dukung Lewat Perda

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kota Surabaya begitu ingin meyandang Kota Layak Anak (KLA) tingkat dunia. UNICEF membantu melakukan percepatan pendampingan Kota Surabaya menuju KLA dunia. Sedangkan DPRD Surabaya, sebagai bentuk dukungannya, telah menuntaskan pembahasan rancangan perda tentang perlindungan anak.

    Menindaklanjuti keinginan Surabaya menjadi anggota Child Friendly Cities Initiative (CFCI) atau KLA tingkat dunia, Kepala Kebijakan Sosial UNICEF, Yoshimi Nishino dan Kepala Perwakilan UNICEF Untuk Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara, kembali berkunjung ke Surabaya.

    Rombongan kemudian menuju gedung DPRD Surabaya, membahas peraturan daerah (Perda) yang berkaitan dengan hak-hak anak di Surabaya.

    Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan, untuk memperkuat Surabaya sebagai KLA dunia, jajaran di DPRD telah menyelesaikan pembahasan rancangan perda tentang perlindungan anak.

    “Saat ini masih tahap difasilitasi oleh Gubernur Jawa Timur. Kami harapkan, rancangan perda itu bisa segera difasilitasi oleh gubernur agar bisa segera disahkan,” kata lelaki yang akrab disapa Awi.

    Mantan wartawan ini ingin, setelah perda tentang perlindungan anak itu diperkuat, ke depannya bisa memberikan kenyamanan bagi anak di Kota Surabaya. Aturan yang disahkan di dalam perda itu, nantinya akan menjadi tanggungjawab bersama antara DPRD, pemkot, serta masyarakat untuk dijadikan sebagai pedoman.

    “Dengan adanya perda itu, diharapkan bisa menghasilkan suasana yang lebih kondusif, bagi Surabaya kota layak anak,” ujarnya.

    Baca juga :  Bentuk UPTD Rusun untuk Maksimalkan Pengelolaan Rumah Susun di Surabaya

    Awi juga menyampaikan kepada UNICEF, bahwa pemkot dan DPRD turut melibatkan anak-anak dalam Rencana Musyawarah Pembangunan (Musrembang). Bahkan, dirinya berinisiatif ketika ada kegiatan reses dari jajaran DPRD turut serta melibatkan anak.

    “Ada lokasi khusus untuk mereka, diundang ke dalam suatu forum dan membicarakan berbagai polesir untuk memperkuat kepentingan anak-anak,” sampainya.

    Awi mendukung penuh Surabaya sebagai Kota Layak Anak di kelas dunia. Ia berharap, hasil dari pertemuan dengan UNICEF kali ini bisa dikembangkan menjadi sebuah kebijakan yang mendukung perkembangan anak-anak di Surabaya.

    Kepala Perwakilan UNICEF Untuk Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara mengatakan, sudah lima tahun terakhir Surabaya berhasil meraih predikat Kota Layak Anak kelas nasional. Di tahun ini, Surabaya akan naik kelas menuju kota layak anak kelas dunia atau CFCI.

    “Surabaya kan sudah menjadi kota layak anak predikat utama di nasional. Nah, sekarang Pak Wali Kota  bersama masyarakat Surabaya ingin naik kelas ke CFCI atau kesertaan kota layak anak tingkat dunia,” kata Arie.

    Arie mengungkapkan, tujuan dari kunjungan kali ini ingin memastikan sekaligus menguji, apakah komitmen Pemkot Surabaya sejalan dengan DPRD untuk menuju ke tingkat CFCI. Sebelumnya, lanjut Arie, UNICEF telah berkunjung dan bertemu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi serta jajarannya di pemkot.

    Baca juga :  Eri Harap LPMK Ciptakan Kampung Madani, Jangan Ikut Main di Pileg atau Pilkada

    “Ternyata, rekan-rekan dari parlemen pun juga berkomitmen penuh mendukung Surabaya ke tahap CFCI atau kota layak anak di tingkat dunia,” ungkapnya.

    Dalam pertemuan kali ini, Arie meminta kepada jajaran DPRD dan pemkot untuk mengajak masyarakat Kota Surabaya turut serta mendukung kota layak anak kelas dunia.

    “Jadi bukan hanya pimpinannya yang ingin menjadikan Surabaya bergabung ke dalam anggota CFCI, akan tetapi juga masyarakat dan anak-anaknya,” ujarnya, Sabtu (18/3/2023).

    Menurutnya, menjadi anggota CFCI itu tidak mudah, dan membutuhkan proses panjang. Maka dari itu, jajaran DPRD dan pemkot harus bisa memastikan warga Surabaya memberikan rasa aman dan nyaman untuk anak baik itu dari dalam kota maupun dari luar kota atau negeri.

    Arie menambahkan, DPRD, pemkot, stakeholder dan anak-anak diharapkan bisa membentuk satu komite untuk menyempurnakan rumusan yang membahas soal hak-hak anak. Tujuannya, agar anak-anak di Kota Surabaya bisa berkompetisi di tingkat dunia.

    “Selain itu, DPRD dan pemkot diharapkan, bisa memberikan fasilitas kesehatan, infrastruktur, dan jaminan keamanan untuk anak-anak di Kota Surabaya. Ketika semua itu terpenuhi, nanti akan ditunjukkan ke anggota CFCI lainnya sebagai tolok ukur bahwa Surabaya layak masuk ke dalam keanggotaan,” tukasnya.

    Dari gedung DPRD, rombongan UNICEF menuju ke ruang sidang wali kota di kantor Balai Kota dan disambut Sekda, M. Ikhsan serta jajaran Kepala PD di lingkungan pemkot.

    Baca juga :  Wali Kota Berharap Hadirnya BWI di Surabaya Bisa Bermanfaat untuk Warga

    Ikhsan mengatakan, tujuan dari kunjungan UNICEF kali ini adalah untuk mendampingi pemkot dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota layak anak dunia.

    Ia menjelaskan, dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota layak anak dunia atau CFCI, UNICEF berkomitmen memberikan pendampingan.

    “Jadi, waktu pertemuan dengan UNICEF tadi juga memberikan lima opsi pendampingan kepada pemkot, apa saja yang dibutuhkan Kota Surabaya,” jelasnya.

    Kegiatan ini, lanjutnya, untuk memperluas dukungan level sub nasional, khususnya di Kota Surabaya. Berdasarkan nota kesepakatan dengan Pemerintah Indonesia yang dituangkan dalam country program action plan (CPAP) 2021-2025, UNICEF berkomitmen sebagai lembaga PBB memastikan pelaksanaan Konvensi Hak Anak (Convention of the Rights of of the Childs) dan pencapaian Sustainable Development Goal (SDGs) pada anak berjalan.

    Selain itu, pada program kerja Annual Work Plan 2023, UNICEF mengagendakan dukungan terhadap upaya Kota Surabaya untuk menjadi bagian dari anggota CFCI, sebagai jawaban dari surat Wali Kota Surabaya, yang ditujukan kepada UNICEF pada Desember 2022.

    Ikhsan menerangkan, kunjungan kerja pada 13-14 Februari 2023 lalu, yang diwakili oleh Country Representative UNICEF, Maniza Zaman dan Tim untuk Indonesia telah melakukan identifikasi dukungan untuk Kota Surabaya. Sedangkan kunjungan kedua kali ini, diwakili oleh Chief of Social Policy at Unicef Indonesia, Yoshimi Nishino.

    “Kunjungan kerja kali ini UNICEF melakukan percepatan pendampingan Kota Surabaya untuk masuk ke CFCI,” tandasnya. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan