Sabtu, 22 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanTiga Tahun Terakhir Kasus KDRT di Kabupaten Pasuruan Cenderung Meningkat

    Tiga Tahun Terakhir Kasus KDRT di Kabupaten Pasuruan Cenderung Meningkat

    PASURUAN (Wartatransparansi.com) – Dalam tiga tahun terakhir ini kasus kekerasan dalan rumah tangga (KDRT() cenderung meningkat. KDRT ini menjadi atensi khusus oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

    Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pasuruan, tahun 2020 tercatat 30 kasus. Di mana, 7 kasus diantaranya merupakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sementara 23 kasus lainnya menjadikan anak sebagai korban kekerasan anak.

    Setahun berikutnya, kasus nya kian naik menjadi 40 an kasus. Dan jumlah itu melesat di tahun 2022, yang mencapai 73 kasus. Sebanyak 62 kasus kekerasan, menimpa anak-anak. Sementara sisanya, sebanyak 11 kasus  mendera perempuan.

    Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pasuruan, Loembini Pedjati Layung menguraikan, tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Pasuruan, dipengaruhi beberapa faktor. Selain dipengaruhi media sosial juga dipengaruhi kecenderungan masyarakat yang semakin berani. Untuk mengungkap tindak kekerasan yang dialami.

    “Masyarakat semakin berani bersuara akan kekerasan yang dialaminya,” kata Loembini.

    Rata-rata, kekerasan yang dialami anak, adalah pelecehan seksual. Kasus-kasus kekerasan seksual tersebut, kerap dianggap hal tabu dan juga memalukan. Sehingga, korban memilih diam dengan kekerasan yang dialaminya.

    Namun, hal itu kini tidak demikian. Terhadap kekerasan yang dialami, mereka lebih berani untuk bicara.

    “Kami juga selalu memberikan pendampingan dan sosialisasi untuk bisa mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan terjadi,” jelasnya.

    Dengan makin meningkatnya kasus tersebut, Loembini mengajak seluruh masyarakat untuk memahami pentingnya ketahanan keluarga. Sebab apabila keluarga harmonis, maka seluruh resiko tersebut akan minim terjadi dan menimpa, baik pasangan rumah tangga maupun anak-anak.

    “Jaga keluarga kita masing-masing. Karena ketahanan keluarga adalah segalanya. Kalau sudah kuat, harmonis, maka Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa,” ajaknya. (*)

    Sumber : WarrtaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan