Jumat, 19 Juli 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSudah Naikkan Tarif, PDAM Baru akan Survei dan Verifikasi Pelanggan Rumah Tangga

    Sudah Naikkan Tarif, PDAM Baru akan Survei dan Verifikasi Pelanggan Rumah Tangga

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, terhitung mulai 1 Januari 2023, sudah menerapkan tarif baru. Uniknya, setelah resmi menaikkan tarif, PDAM baru akan melakukan survei dan verifikasi lapangan kepada pelanggan air minum pada kelompok rumah tangga.

    Menurut Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Arief Wisnu Cahyono, petugas PDAM akan mendatangi setiap pelanggan rumah tangga secara door to door.

    Menurutnya, survei dan verifikasi pelanggan itu dilakukan dalam upaya tindak lanjut harmonisasi tarif baru air minum. Dengan data pelanggan yang dimiliki PDAM pada kelompok rumah tangga adalah 500 ribu pelanggan.

    “Kita akan sampaikan kepada pelanggan, satu per satu setiap rumah mulai Januari 2023, kita targetkan satu bulan. Mungkin akhir Januari nanti sudah (selesai), kita akan bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri, mungkin nanti Februari 2023 sudah bisa jalan (selesai verifikasi),” kata Arief, Rabu (4/1/2023).

    Saat pelaksanaan verifikasi lapangan, PDAM akan memberikan kuesioner dan melakukan sosialisasi tarif baru.

    “Kami sudah punya data tinggal verifikasi, karena kami butuh data pelanggan yang baru, nama siapa, nomor yang bisa dihubungi berapa, jika ada keluhan mereka menyampaikan di kanal aduannya dimana,” ujarnya.

    Baca juga :  Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari Sosok Ulama Penyelamat Umat

    Nantinya, dalam pelaksanaan survei dan verifikasi kelompok pelanggan rumah tangga, PDAM Surya Sembada akan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri di Kota Surabaya.

    “Kita libatkan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri, ada identitas khusus. Semua yang bertugas kita bekali surat tugas,” terangnya.

    Harmonisasi Tarif Baru

    Dalam harmonisasi tarif air, PDAM menggratiskan penggunaan air rumah tangga di bawah 30 meter kubik. Yakni, dengan kriteria lebar jalan kurang dari 3 meter, daya listrik terpasang kurang dari 900 VA, luas bangunan kurang dari 45 meter persegi, dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) persil kurang dari Rp 100 juta. Namun untuk penggunaan diatas 30 meter kubik dikenakan tarif Rp 2.600.

    Harmonisasi tarif baru ini, jelas Arief, sesuai dengan Permendagri 21/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71/2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum. Selain itu, ada pula Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Penetapan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum bagi BUMD Kabupaten/Kota.

    Baca juga :  Survei Pilwali Surabaya 2024 ARCI: Eri Cahyadi Makin Kokoh, Bayu Airlangga Terus Mengejar

    Dua peraturan itu kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Wali Kota Surabaya 123/2022 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya. Dengan tarif yang baru ini, subsidi tersebut akan lebih tepat sasaran.

    Dikatakan, para pelanggan akan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok 1, kelompok 2, dan kelompok 3. Setiap kelompok itu, tarifnya disesuaikan dengan beberapa klasifikasi, mulai lebar jalan di depan persil pelanggan, luas bangunan, penggunaan persil, pemakaian listrik (daya listrik terpasang), dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) persil.

    “Tarif ketiga kelompok ini berbeda-beda, dan yang paling mahal adalah kelompok 3, yaitu bandara dan pelabuhan yang sampai Rp 15 ribu,” katanya.

    Meski begitu, sebagai bentuk kepedulian Pemkot Surabaya, maka pelanggan veteran digratiskan dari tarif pemakaian air minum. Selain itu, pelanggan Rumah Tangga yang memenuhi semua kriteria yaitu lebar jalan kurang dari 3 meter, daya listrik terpasang kurang dari 900 VA, luas bangunan kurang dari atau sama dengan 45 meter persegi, NJOP kurang dari Rp 100 juta, pemakaiannya hanya 0-30 meter kubik, maka pelanggan rumah tangga ini juga akan digratiskan. Namun, pemakaian pelanggan yang lebih dari 30 meter kubik, akan dikenakan tarif Rp 2.600.

    Baca juga :  Imigrasi Tanjung Perak Segera Membuka Imigrasi Lounge di Icon Mall Gresik

    “Jumlah yang akan digratiskan ini sekitar 48 ribu pelanggan dan PDAM masih memberikan subsidi sekitar Rp 43,4 miliar perbulan. Nah, inilah namanya harmonisasi, sehingga subsidi kita harus tepat sasaran, tidak seperti selama ini,” tegasnya.

    Untuk itu, melalui harmonisasi tarif baru ini diharapkan kesadaran masyarakat lebih bijak dalam menggunakan air. Sebab, masyarakat selama ini ada yang berlebihan dalam menggunakan air, karena memang kelompok pelanggan perumahan dengan tarif yang berlaku saat ini, sebenarnya itu tarif di bawah harga pokok penjualan, sehingga masyarakat cenderung berlebihan menggunakan air.

    “Rata-rata pemakaian air saat ini adalah 195 I/orang/hari. Sedangkan rata-rata nasional adalah 140 W/orang/hari. Dengan harmonisasi tarif ini disimulasikan akan terjadi penurunan pemakaian air sampai dengan 25 persen dan tentunya ini akan menambah PAD di tahun depan,” tukasnya.

    Untuk lebih detailnya harmonisasi tarif baru itu bisa dilihat di link ini: https://www.pdam-sby.go.id/uploads/media/zJMwKIM3YIHgrrn9DftIgan44lDAc2D89CbEUnN9.jpeg. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan