Selasa, 7 Februari 2023
25 C
Surabaya
More
    Internasional100 Pengusaha Hadiri Gelaran Produk UMKM Jatim Di Malaysia

    100 Pengusaha Hadiri Gelaran Produk UMKM Jatim Di Malaysia

    KUALA LUMPUR (WartaTransparansi.com) –Tim misi dagang Pemprov Jawa Timur  ke Malaysia yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berhasil menarik investasi 48,7 miliar melalui transaksi produk UMKM. Ini adalah hari kedua dalam kunjungan kerja Gubernur sejak hari Minggu lalu.

    Dihari kedua, tim bisnis Pemprov Jatim menggelar produk produk UKM berlangsung di Hotel Pullman, Kuala Lumpur Malaysia pada Senin (19/12/2022).

    Ini upaya untuk memperluas pasar industri sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perdagangan Jatim. Gelaran produyk UKM dimulai pukul 10.00 hingga 18.00 waktu setempat. Hasilnya cukup signifikan.

    Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap misi dagang ini bisa terus berkolaborasi dan menjajaki berbagai komoditas unggulan dari Jatim dan Malaysia khususnya Kuala Lumpur, kata Khofifah.

    Beberapa komoditas Jawa Timur yang menjadi unggulan seperti rempah-rempah, garmen, kopi, kerupuk, sambel olahan, popcorn, mie kering dan multiproduk. Permintaan yang cukup banyak salah satunya yakni Batik Gedog Tuban.

    Khofifah menegaskan, membuka pasar di Malaysia sangat strategis dimana nilai ekspor non migas Jatim ke negeri Jiran yang mencapai 1.599,43 Juta Dollar AS. Angka tersebut naik 25,40 persen dibanding periode sama sebelumnya.

    Sementara itu kontribusi PDRB Jatim untuk nasional mencapai 14,36 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi non migas hingga triwulan ketiga mencapai 6,13 persen. Sektor industri, perdagangan dan pertanian Jatim turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    Khofifah menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta misi dagang kali ini. Tercatat ada 100 pengusaha yang menghadiri kegiatan tersebut dan sebanyak 62 diantaranya merupakan pebisnis Malaysia.

    Khofifah mengatakan, upaya untuk mendorong perdagangan luar negeri akan senantiasa digencarkan. Meski perdagangan dalam negeri seperti ekspor antar provinsi juga harus tetap diperhatikan. Ke depan, Khofifah menyanpaikan sudah ada permintaan dari Duta Besar RI di Jepang. Saat ini, Pemprov Jatim sedang melakukan kordinasi teknis potensi pengembangan di negara tersebut.

    Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono mengucapkan terima kasih atas kehadiran gubernur. Dia menyebut bahwa kegiatan Misi Dagang ke Malaysia merupakan hal benar. Sebab meski pandemi, volume perdagangan kedua terus mengalami peningkatan.

    Hermono mengatakan bahwa angka perdagangan Indonesia-Malaysia tahun 2021 mencapai USD 21 miliar dollar AS. Angka tersebut berpotensi naik 36 persen. Sebab hingga akhir Oktober, nilai perdagangan sudah mencapai angka USD 23 miliar. Saya setuju dengan Ibu Khofifah. Kita memang tak boleh berdiam dan harus terus bergerak, kata Hermono.

    Di mata pengusaha Malaysia, lanjut Hermono, Jatim merupakan provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup progresif. Itu tidak hanya ditunjang tingginya potensi investasi. Sektor wisata di Jatim juga mendapat perhatian tersendiri bagi pemerintah dan pengusaha Malaysia.

    Dalam ekspor Kopi Excelsa perdananya, Koperasi Kopi Wonosalam mencatatkan penjualan sebesar 12ton atau senilai 360 juta rupiah. (*

    Reporter : Amin

    Sumber : WarrtaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan