Jumat, 19 Juli 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanAT Tersangka Ilegal Mining Dilimpahkan Bareskrim Polri Ke Kejari Bangil

    AT Tersangka Ilegal Mining Dilimpahkan Bareskrim Polri Ke Kejari Bangil

    PASURUAN (WartaTransparansi.com) – Penanganan kasus ilegal mining atau penambangan galian C tanpa disertai perizinan di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan akhirnya menyasar pada pelaku baru.

    Tim penyidik Bareskrim Mabes Polri yang beberapa bulan terakhir menangani kasus seorang bos tambang sirtu asal Surabaya bernama Andreas Tanujaya, akhirnya melimpahkan perkara yang menetapkan bos tambang pasir dan batu (sirtu) sebagai tersangka dan melimpahkan proses hukum (tahap II) ke  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/9/2022).

    Itu dilakukan setelah serangkaian panjang penyidikan yang dilakukan penyidik Bareskrim Mabes Polri itu selesai dan berkas dinyatakan lengkap. Kali ini, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Baca juga :  Kampanye Gemarikan, Pj Ketua TP PKK Pasuruan Masak Siomay dan Nugget Ikan

    Jemmy Sandra Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan saat dikonfirmasi  mengatakan, kemarin lusa (Kamis,22/9/22) pihaknya menerima pelimpahan tahap II atas kasus penambangan ilegal di Bulusari, Kecamatan Gempol. Jaksa menerima tersangka dan barang bukti,”tegasnya dari seberang telepon selularnya, Senin (26/9/22)

    Lebih lanjut dijelaskan, penyerahan tersangka dan barang bukti oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri juga dihadiri Jaksa peneliti dari Kejaksaan Agung RI dan sejumlah penyidik dari Bareskrim Mabes Polri.

    Penyerahan tersangka dan barang bukti memang membutuhkan waktu yang lama, karena tim Jaksa harus melakukan pengecekan satu per satu barang bukti yang diserahkan oleh penyidik ke kami.

    Adapun barang bukti dalam perkara ini adalah 27 dum truk dan dua Stonecrusher, hal ini kami teliti secara detail dan kami titipkan di Rubasan-Rejoso. Sedangkan tersangkanya sendiri (AT),sementara waktu ini kami tahan di Rutan selama 20 kedepan. Kemudian setelah dilakukan penelitian berkas perkara dari penyidik Mabes Polri, selanjutkan kami lanjutkan ke Pengadilan Negeri Bangil,guna mendapatkan jadwal sidangnya,”ujar Jemmy.

    Baca juga :  Makam Mbah Raden Loekodjoyo Diganti Habib Salim Bin Yahya, Warga Masangan-Bangil Geram

    Saat ditanya pasal berapa yang dijeratkan pada tersangka AT, olehnya dijawab
    pada kasus ini AT (tersangka) diduga kuat dengan sengaja melakukan penambangan tanpa izin di Desa Bulusari yang mengakibarkan kerusakan lingkungan hidup dan mencemari lingkungan.

    Adapun perundangan yang dilanggar yaitu UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

    Juga undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang sebagaimana telah diubah dalam ketentuan Undang- Undang No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja,”pungkas jaksa muda dengan satu melati dipundaknya ini. (*)

    Reporter : Henry Sulfianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan