Senin, 26 September 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKasus ISPA di Kota Surabaya Menurun, Tetapi Harus Selalu Waspada

    Kasus ISPA di Kota Surabaya Menurun, Tetapi Harus Selalu Waspada

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kasus Pneumonia atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Surabaya, menurun. Meski begitu, warga Kota Pahlawan harus selalu waspada.

    Sesuai data Dinas Kesehatan Kota Surabaya, pada 2021 kasus ISPA berada di angka 17.693 untuk semua usia. Namun, di bulan Agustus 2022 tersisa 11.512 orang. Penurunan kasus ISPA, tak lepas dari upaya Pemkot Surabaya dalam melakukan deteksi dini kepada mereka yang memiliki keluhan batuk dengan/tanpa kesulitan nafas.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, perkiraan kasus ISPA pada balita di Kota Surabaya sebanyak 12.900. Sedangkan penemuan kasus Pneumonia pada balita pada periode Januari – Agustus  2022 hanya 8.080 kasus, dengan usia dominan antara 1 – 5 tahun.

    “Karena usia tersebut merupakan usia rentan, di mana kekebalan tubuh belum terbentuk secara optimal. Lebih lanjut, berdasarkan deteksi dini ISPA Pneumonia di Surabaya untuk semua usia terdapat 11.512,” kata Nanik, Selasa (20/9/2022).

    Baca juga :  Pendaftaran Pemilihan Cak dan Ning Surabaya Masih Dibuka

    Nanik menjelaskan, penyebab anak – anak dengan usia 1 – 5 tahun terpapar Pneumonia karena sering berinteraksi dengan banyak orang, serta mengunjungi berbagai tempat. Sehingga berisiko terpapar virus/kuman penyebab infeksi saluran pernafasan menjadi lebih besar dibanding usia bayi 0 – 1 tahun .

    “Kasus Pneumonia pada balita di tahun 2021 sebesar 8.760, sedangkan di tahun 2022 per bulan Agustus sebesar 8.080. Total kasus pada semua usia di tahun 2021 sebesar 17.693, sedangkan tahun 2022 per Agustus sebesar 11.512,” jelasnya.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Kota Surabaya melakukan upaya medis terhadap penderita Pneumonia, khususnya pada penderita balita. Diantaranya, melakukan penatalaksanaan kasus sesuai kondisi klinis dan menelaah faktor – faktor lain yang berpengaruh seperti riwayat imunisasi. “Memperhatikan status gizi serta kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat untuk kemudian juga diberikan intervensi apabila ada yang  belum optimal,” ujarnya.

    Baca juga :  Akademisi dan Praktisi Komunikasi Diminta Perangi Ujaran Kebencian

    Nanik pun meminta masyarakat di Kota Surabaya untuk menekankan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah terjangkit Pneumonia. Yakni, membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, sebelum dan sesudah beraktivitas.

    “Mengonsumsi makanan bergizi, melakukan istirahat yang cukup, minum vitamin, menggunakan masker di tempat tempat umum dan berisiko, melakukan imunisasi lengkap pada balita, serta menghindari paparan debu, asap rokok dan polusi,” imbuhnya.

    Nanik juga mengimbau masyarakat untuk mewujudkan lingkungan/rumah yang bersih dan sehat. Memiliki ventilasi dan pencahayaan matahari, serta bebas asap rokok. Dan selalu melaksanakan protokol kesehatan, mengingat pandemi Covid – 19 belum berakhir. Sebab, penularan Pneumonia memiliki mekanisme yang sama dengan penularan Covid – 19, yaitu penularan melalui udara.

    Baca juga :  Hasil Uji ITS, Paving Produksi MBR Surabaya Berkualitas Tinggi

    “Bagi yang memiliki balita, pastikan mendapat imunisasi yang lengkap sesuai usia. Memberikan asupan makanan yang cukup dan bervariasi agar status gizi normal,  sehingga imunitas tubuh juga optimal. Jangan terlalu sering diajak bepergian dan hindari anak dipegang/dicium orang yang sedang batuk/pilek. Serta, hindarkan anak dari debu, asap rokok dan polusi,” tegasnya.

    Sedangkan, bagi masyarakat dengan usia dewasa terutama yang memiliki faktor risiko seperti lansia, penderita diabetes dan penyakit immunocompromised lainnya, dapat melakukan vaksinasi influenza secara mandiri setiap satu tahun sekali. Dan, segera periksa ke dokter apabila ada keluhan dan gejala infeksi saluran pernafasan. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan