Dicontohkannya, jika terdapat program untuk memperluas hasil panen di tengah area yang terbatas maka sebagai ASN Pemprov harus mampu melakukan inisiasi yang produktif.
Jika perlu lakukan sinergi dengan melibatkan peran dari Kepala Desa, Kecamatan, Dinas Pertanian di Kabupaten/Kota di Jatim, sinergi dengan berbagai ormas hingga sinergi dengan perguruan tinggi yang ada.
“Kondisi ancaman krisis dunia ini membutuhkan kecepatan kita dalam mengambil inovasi dan kreatifitas. Tidak boleh lagi menunggu, karena ancaman krisis pangan global merupakan persoalan serius,” terangnya.
Sementara itu Kepala BPSDM Prov. Jatim Aries Agung Paewai melaporkan, bahwa Pelatihan Dasar (Latsar) golongan II pada angkatan 49, 50, 51 dan 52 ini diikuti sebanyak 159 orang dengan 15 formasi diantaranya Perawat Pengelola, Fisioterapis, Nutrisionis, Asisten Apoteker, Pranata Komputer, Pranata Lab, verifikator dan pengelola.
Selain itu, juga terdapat formasi arsiparis, pustakawan, paramedik verteriner, pengawas mutu pakan, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, Petugas Aviation Security (Avsec) hingga politisi hutan.
“Kegiatan Latsar ini dimulai pada tanggal 4 Juli 2022 dan ditutup pada tanggal 10 September 2022. Kami juga memberikan penghargaan/peringkat kepada para peserta Latsar dari berbagai angkatan yang diharapkan dapat memacu semangat peserta lain,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah menerima Kartu Peserta Tabungan Dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) dari Manajer Layanan PT. Taspen Persero Surabaya yang berlaku selama menjadi pejabat negara.
Selanjutnya, Gubernur Khofifah juga menyerahkan Kartu Taspen kepada peserta Latsar CPNS secara simbolis. (*)





