Rabu, 28 September 2022
29 C
Surabaya
More
    HeadlinePesawat Latih TNI AL Jatuh Saat Ikuti Latihan ADEX Siaga Armada II

    Pesawat Latih TNI AL Jatuh Saat Ikuti Latihan ADEX Siaga Armada II

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Kronologi jatuhnya pesawat latih jenis G-36 Bonanza T-2503 di perairan laut Selat Madura bermula dari latihan anti-serangan udara. Hal itu disampaikan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut Laksamana Muda Dwika Tjahja Setiawan . Pesawat latih tersebut tepatnya jatuh di wilayah antara Bangkalan, Madura, dan Gresik, Rabu (7/9/2022).

    Dwika menambahkan, ketika pesawat yang dipiloti Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady dan Co-pilot Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti lepas landas dari Bandara Juanda dengan rute Sub-(Armada) Loc Area-Sub, pukul 08.45 WIB. Sekitar 10 menit setelah lepas landas, pesawat tersebut dilaporkan lost contact di antara Bangkalan dan Gresik, pukul 08.55 WIB. “Pesawat tersebut mengalami gangguan kemungkinan, jatuh ke laut dan tenggelam,” kata Dwika dalam konferensi pers di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Jakarta, Rabu sore.

    Dwika menuturkan, pesawat tersebut terbang dalam rangka melaksanakan Latihan ADEX Siaga Armada II bersama dengan unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di jajaran Komando Armada II. Pesawat jenis G-36 Bonanza T-2503 mengalami kecelakaan ketika melakukan konvoi bersama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

    Dalam latihan tersebut, pesawat Bonanza disimulasikan sebagai unit penyerang dengan skema antiserangan udara. “Pesawat disimulasikan sebagai pesawat yang menyerang kelompok,” ujar Dwika.

    Setelah menerima laporan pesawat Bonanza hilang kontak, TNI AL langsung mengerahkan sejumlah armada untuk melakukan misi pencarian.

    Penyelam Dikerahkan Armada yang dikerahkan meliputi 7 KRI, 1 pesawat CN-235, 2 Helikopter, 2 Kapal Angkatan Laut (KAL), 2 Tim Kopaska, dan 2 tim penyelam. Dari proses pencarian ini, peralatan sonar kapal TNI AL menangkap adanya wujud siluet bangkai pesawat yang berada di kedalaman laut sekitar 10-15 meter.

    Dwika mengatakan, peralatan sonar dari kapal TNI AL menemukan pesawat tersebut masih terlihat wujudnya. “Masih terlihat bentuk wujud pesawatnya,” ujar Dwika.

    Dwika menambahkan, Tim SAR TNI AL sedikit mengalami kendala dalam proses pencarian karena cuaca hujan di sekitar lokasi. Meski demikian, Tim SAR TNI AL tetap berupaya untuk sesegera mungkin memasuki tahap evakuasi. “Sesuai perintah Bapak KSAL, secepat mungkin kita akan melakukan evakuasi,” kata Dwika. Hingga kini, TNI AL belum bisa memastikan mengenai kondisi kedua penerbang. (sr)

     

     

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan