Penyuluhan Narkotika Di MAN 2 Banyuwangi

Penyuluhan Narkotika Di MAN 2 Banyuwangi
Penyuluhan Anti Narkoba di MAN 2 Banyuwangi

“Di Banyuwangi harga pil itu murah banget cuma dua ribu rupiah, kalau di Genteng harganya berapa?,” tanya Hermin kepada siswa.

Ada beberapa siswa langsung menjawab jika harga pil Trex di Kecamatan Genteng itu sangat variatif, mulai Rp 2,5 ribu hingga Rp 3 ribu per butir.

Selanjutnya, Konselor Adiksi LRPPN BI Banyuwangi, Rudi Purwantoro, S. Kep., dengan didampingi Hermin memanggil 6 siswa, yang terdiri dari 3 siswa dan 3 siswi. Bersama Hermin, konselor adiksi Rudi Purwantoro, membuat permainan dan memberikan beberapa pertanyaan.

“Coba jawab dengan jujur, kamu pernah mengkonsumsi narkoba nggak, jawab jujur ya,” tanya Rudi dengan gaya memancing.

Salah satu siswa pun langsung menjawab, dirinya pernah mengkonsumsi pil koplo saat SMP, saat itu dirinya diberi oleh kawannya.

“Dulu sewaktu masih SMP pernah mengkonsumsi, itupun dikasih temen, hanya itu, sekarang saya nggak mau lagi,” jawabnya.

Sebelumnya, diawal acara, kurang lebih 1279 siswa – siswi, jajaran dewan guru dan staf, beserta Kepala MAN 2 Banyuwangi melakukan deklarasi tumpas dan tolak narkoba melalui yel-yel secara kompak demi mewujudkan Banyuwangi Bersinar, yaitu Banyuwangi Bersih dari Narkoba.

Ditempat yang sama, Kepala MAN 2 Banyuwangi, KH. Saeroji, MAg mengatakan, untuk memberantas Narkoba di Banyuwangi harus dilakukan secara masif. Seperti yang dilakukan MAN 2 Banyuwangi ini, tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan di sekolah dan madrasah agar generasi penerus bangsa tidak terkontaminasi Narkoba.

“Untuk itu, kami mengirim delapan siswa guna dididik tentang dampak penyalahgunaan narkoba di IPWL LRPPN BI Banyuwangi. Setelah mendapat ilmu, delapan siswa itu bisa menjadi duta anti narkoba dan memberikan penyuluhan kepada siswa sebaya maupun di lingkungan rumahnya,” ungkap Saeroji, yang juga sebagai Ketua MWC NU di Kecamatan Bangorejo ini. (*)