Jumat, 21 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    OlahragaTito Suhud SH MH : Keyakinan dan Integritas Wasit Menentukan Pertandingan

    Tito Suhud SH MH : Keyakinan dan Integritas Wasit Menentukan Pertandingan

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Keyakinan pada saat memimpin pertandingan dan integritas dengan sikap profesional dengan menguasai peraturan pertandingan serta dengan teguh menjalankan peraturan akan menjaga dan menentukan pertandingan yang fair play.

    “Apakah terpikirkan gak, menanyakan kapten kedua tim, mari menegakkan peraturan bermain sebaik mungkin, dan kalah menang tergantung hasil pertandingan,” kata Tito Suhud SH MH saat memberikan pembekalan pada Seleksi dan Penyegaran Wasit dan Asisten Wasit Liga 2 2022/23 di Hotel Mercure Cikini Menteng Jakarta, Kamis (25/8/2022).

    Tito Suhud, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur, menekankan agar wasit selalu menjaga integritas dengan keyakinan, menguasai peraturan, menjalankan peraturan, dan menjaga wibawa dengan sikap profesional. “Jangan sampai belum memimpin sudah takut, jangan sampai sebelum memimpin atau pada saat  memimpin pertandingan,” ujar Tito dengan gaya penampilan santai dan penuh humor juga menguasai permasalahan wasit dunia.

    Tito menegaskan, karena wasit sudah menjadi pilihan, segala sesuatu yang menjadi kebutuhan menyukseskan pertandingan harus disiapkan sedemikian rupa. “Oleh karena itu, cintailah dengan hati kalau dengan duit, duit habis cinta habis,” tandasnya.

    Baca juga :  Stadion Tambaksari Surabaya jadi Venue Piala AFF U-19

    Membangun sepakbola Indonesia, menurut Tito, semua terlibat dengan sungguh-sungguh termasuk wasitnya. “Dan wasit yang terpenting saudara punya integritas, ilmunya intelektualnya, moralnya harus dijaga,” tuturnya.

    Dia menyatakan bahwa wasit harus jadi manusia yang berintegritas dan kompeten. Mengingat

    membangun mental tidak berdiri sendiri, termasuk jujur dengan diri sendiri. Ukuran mampu memimpin pertandingan dengan baik, menurut Tito, kalau habis memimpin pertandingan masuk ke ruang ganti atau istirahat, tidak mendapat cemoohan dari penonton. “Semua itu memang seleksi alam akan menjawab, dan percayalah semakin banyak dimaki semakin banyak rejeki,” tuturnya. Dan ketika wasit siap menerima caci maki, kata dia, berarti berbesar hati dan sudah siap memimpin pertandingan dengan hati.

    Baca juga :  Stadion Tambaksari Surabaya jadi Venue Piala AFF U-19

    Profesi Mulia

    “Mari bermain secara fair tunjukkan kemampuan bermain hebat di lapangan,” kata Tito merupakan. salah satu cara wasit menunjukan keyakinan dan berani sebagai bagian dari integritas. “Saya yang mulia di meja hijau, wasit  tugas mulia di lapangan hijau. Dan harus sama-sama menjaga profesi yang mulia selama diberi kepercayaan memimpin pertandingan,” tandasnya.

    Bahkan, lanjut dia, dinamika dalam sepakbola sama dengan di meja hijau. Peraturan juga terus berubah sesuai dengan statuta FIFA. Misalnya, dulu pemain buang waktu  dibiarkan, sekarang bisa kena hukuman.

    Tito mengajak wasit mendukung sepakbola itu harus menjadi hiburan dan industri, dan wasit tidak kalah perannya dalam membangun sepakbola Indonesia. Bagi saya bukan Liga 1 dan Liga 2, yang terpenting wasit mulai berangkat memimpin dengan penuh keyakinan, dengan percaya mampu di memimpin lapangan selama  2X45 menit dengan baik. Seorang wasit ketika memimpin pertandingan, sama dengan seorang Presiden memimpin negaranya.

    Baca juga :  Stadion Tambaksari Surabaya jadi Venue Piala AFF U-19

     

    Dia menegaskan, seperti hakim yang kuasanya adalah membaca dan menguasai peraturan, wasit sebagai hakim juga harus menguasai ilmunya dan menguasai lapangan pertandingan.

    Upaya Memancing

    Bahkan diingatkan bahwa hal-hal yang terjadi di lapangan, seperti upaya memancing situasi di lapangan, dan memancing keributan juga konsentrasi wasit serta fokus wasit harus diperhatikan. Oleh karena itu, lanjut dia, perlunya integritas tidak melulu dengan memimpin berdasarkan fakta, tetapi juga kearifan dan keberanian. Misalnya bola ketika kena “tangan mati” dan seterusnya. “Sebab sejarah tangan Tuhan Maradona tetap menjadi pelajaran berharga dalam dunia sepakbola”.

    “Mari kita bangun Indonesia dari tangan wasit,  dari cara wasit memimpin pertandingan bermutu, semua serba baik, penonton terus banyak berdatangan dan pertandingan memuaskan serta sponsor berdatangan, pasti wasit menjadi para yang mulia. Dan ke depan benar-benar dimuliakan,” harapnya menutup pembekalan. (JT)

     

    Reporter : Djoko Tetuko

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan