Jumat, 12 Agustus 2022
29.4 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoAset MKP Berupa 80 Bidang Tanah/Bangunan Serta 50 Unit Mobil & 8...
    Sidang Tuntutan Gratifikasi & TPPU Mantan Bupati Mojokerto:

    Aset MKP Berupa 80 Bidang Tanah/Bangunan Serta 50 Unit Mobil & 8 Jet Ski Disita Negara

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Aset berupa 80 bidang tanah/bangunan, 50 Unit Mobil, 3 unit sepeda motor dan 8 Jet Ski milik Mustofa Kamal Pasa (MKP) mantan Bupati Mojokerto disita Negara.

    Ini terungkap pada sidang tuntutan Gratifikasi dan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dengan terdakwa MKP, di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.

    Selain harus kehilangan harta kekayaannya yang diperoleh selama menjabat Bupati Mojokerto tahun 2010 – 2018, JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menuntut terdakwa MKP dengan hukuman 6 tahun penjara dengan denda Rp. 5 miliar subsider 16 bulan, serta mengembalikan kerugian uang negara sebesar Rp. 17 miliar subsider 4 tahun penjara.

    Pantauan di ruang sidang Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Jalan Raya Juanda, Kamis, (4/8/2022), malam. JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Arif Suhermanto, S.H., M.H, menilai selama MKP menjabat bupati Mojokerto dari tahun 2010 hingga tahun 2018 telah terbukti menerima uang gratifikasi dari jual beli dan promosi jabatan di lingkungan pemkab Mojokerto serta fee proyek dari sejumlah rekanan yang mengerjakan proyek di Pemkab Mojokerto sebanyak Rp. 46 Milyar.

    “Selain mendapat tuntutan hukuman penjara, MKP juga terancam dimiskinkan, pasalnya sejumlah aset yang dibeli melalui orang kepercayaanya Nano Santoso Hudiarto alias Nono dan CV.Musika perusahaan milik orang tua dari Mustofa Kamal Pasa yang dibeli saat MKP menjabat Bupati bakal dirampas oleh negara,”tegas JPU Arif Suhermanto.

    Masih penjelasan Arif Suhermanto, ada 83 bidang tanah dan bangunan yang telah disita oleh KPK. Namun ada 3 bidang tanah yang berlokasi di Desa Karangjeruk ada 1 bidang, Desa Plosobleberan ada 1 bidang dan di Desa Tawar ada 1 bidang akan dikembalikan ke Hj Fatimah (Ibu MKP).

    Sedangkan sebanyak 80 bidang tanah dan bangunan dengan rincian 35 bidang atas nama Nono, 17 bidang atas nama Jakfaril dan juga 14 atas nama Hj Fatimah, 2 atas nama Samsu Irawan (Wawan) serta 4 bidang atas nama Samsul Ma,arif bakal dirampas/disita oleh negara.

    “Bukan hanya aset berupa tanah dan bangunan yang dirampas dan menjadi milik Negara, aset berupa 50 unit mobil dan 3 unit sepeda motor serta 8 unit Jet Ski juga akan disita oleh negara,”tambah Arif Suhermanto.

    Masih penjelasan JPU KPK, Arif Suhermanto, MKP terbukti melanggar Pasal 12 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana, Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana dan Pasal 3 ayat (1) huruf a dan c Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang junto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    “Tadi selesai sidang terdapat perselisihan terkait kerugian uang dalam kasus gratifikasi dan TPPU MKP. Dalam dakwaan terdapat kerugian uang sebesar Rp.48 miliar, namun berdasarkan pembuktian persidangan terdapat Rp.46 miliar yang kita temukan. Dalam persidangan ada beberapa fakta yang sama dalam pemberian uang tersebut, sehingga uang kerugian berkurang”ungkap Arif Suhermanto.

    Ketika di singgung terkait Aset, Arif Suhermanto menjelasan terkait aset yang dimiliki oleh terdakwa di beberapa daerah, di Batang, Tangerang dan Banyuasin sedang ditelusuri berkaitan dengan uang yang digunakan untuk pembayaran aset tersebut yang merupakan dari CV. Musika, dimana ada penempatan uang sebesar Rp.12 Miliar dari MKP dari tahun 2010 hingga 2016.

    “Dari catatan itu terungkap, uang-uang itu dipergunakan untuk pembelian aset termasuk di Gayungan Surabaya, aset di Batang dan juga sebagian dibelikan untuk membeli rumah di Serpong, maka dalam amar tuntutan itu kami sampaikan hasil penjualan lelang itu kita ambil uang yang sebatas setoran dari CV. Musika”tukas Arif Suhermanto. (gia)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber :

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan