Senin, 8 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    EkbisMenko Airlangga Ingatkan Generasi Muda agar Mampu Menjadi Lokomotif Perubahan

    Menko Airlangga Ingatkan Generasi Muda agar Mampu Menjadi Lokomotif Perubahan

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Indonesia menandai tonggak baru dalam Presidensi G20 terkait keragaman. Ini terlihat dari dihadirkannya komunitas yang selama ini kurang terwakili, di antaranya penyandang disabilitas dan juga para pemuda yang tergabung dalam Y20, sebagai official observers.

    Presidensi G20 hal sejalan dengan kegiatan Tanoto Scholars Gathering 2022 bertema “Leading Sustainable Impact In Adversity” yang bertujuan agar perubahan menjadi bermakna dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh kelompok, termasuk bagi kelompok yang rentan.

    Indonesia sendiri berharap dapat mewujudkan proyek-proyek nyata yang dapat dijalankan untuk mendorong dan mengimplementasikan 3 prioritas Presidensi G20 Indonesia. Yakni, arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.

    Terkait transformasi ekonomi berbasis digital, pada tahun 2030 Indonesia diperkirakan akan memperoleh bonus demografi sekitar 64% dari total penduduk produktif. Keuntungan demografi ini akan membuka peluang penciptaan tenaga kerja, perkembangan ekonomi, dan memacu pertumbuhan sektor-sektor pembangunan lainnya. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan mencapai US$323,6 miliar dan Indonesia diperkirakan membutuhkan 9 juta orang talenta digital.

    Baca juga :  Gubernur Minta BUMD Berkontribusi Tingkatkan PAD Jatim

    “Untuk mempersiapkan generasi muda bekerja di era Industri 4.0, Pemerintah terus mendorong melalui berbagai program, salah satunya adalah Program Kartu Prakerja, dengan jumlah peserta telah melampaui 12,8 juta orang, yang mayoritas adalah anak muda,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekononomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam acara tersebut secara virtual, Kamis (28/07).

    Selain itu, Pemerintah mendorong Gerakan Nasional Literasi Digital (Digital Talent Scholarship, Siberkreasi, dan Digital Leadership Academy), dan Sea Labs Academy. Hasil dari pengembangan talenta digital ini diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030, atau setara 16% dari PDB.

    Balai Latihan Kerja juga telah didirikan di seluruh Indonesia untuk pelatihan kejuruan, yang biasanya disesuaikan dengan industri dan kebutuhan lokal.

    Baca juga :  Berbasis Kearifan Lokal, Pemerintah Kembangkan Potensi Wellness Tourism

    Bahkan, Pemerintah telah memberikan insentif kepada industri untuk mendukung inisiatif ini dengan menerapkan kebijakan super tax deduction hingga 200% untuk industri yang berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan kejuruan untuk menghasilkan generasi wirausahawan baru yang kuat.

    “Kita perlu mempersiapkan diri agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dan saya berkeyakinan bahwa para Tanoto Scholars dapat terus mengajak dan memberikan contoh sebagai agent of change atau agent of development kepada para generasi muda lainnya, agar bisa menjadi lokomotif perubahan,” pungkas Menko Airlangga. (*)

    Reporter : Wetly

    Editor: Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan