Jumat, 12 Agustus 2022
29.4 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabaya'Tunjungan Fashion Week' Dibubarkan, Eri: Ojok Pating Pecotot gak Karuan

    ‘Tunjungan Fashion Week’ Dibubarkan, Eri: Ojok Pating Pecotot gak Karuan

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kegiatan ‘Tunjungan Fashion Week’ pada Minggu, (24/7/2022) malam, dibubarkan Pemkot Surabaya. Dianggap ganggu kenyamanan pengendara dan lalu lintas. Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, silakan berkreasi. Namun, harus tetap menginspirasi, ojok pating pecotot dan gak karu-karuan.

    “Kemarin kita hentikan kegiatan ‘Tunjungan Fashion Week’ di kawasan Jalan Tunjungan. Ini bukan soal tidak pro kreasi atau pro kreasi anak muda. Tapi ini soal bersama, kenyamanan pengguna jalan, dan aktivitas yang tidak menimbulkan kemacetan,” kata Eri Cahyadi, Senin (25/7/2022).

    Ia menyatakan, bahwa penghentian kegiatan itu bukan berarti pemkot tidak pro terhadap kreasi seni di Surabaya. Karena sebenarnya program serupa dapat dilakukan di tempat dan momen lain. Misalnya, ketika agenda Car Free Day (CFD) atau dapat digelar di Balai Pemuda serta sejumlah ruang terbuka hijau di Kota Pahlawan. Ini bisa dilakukan sebagai unjuk kreasi busana anak-anak muda Surabaya.

    Baca juga :  Ciptakan Ekosistem Literasi, Guru di Surabaya Didorong Menulis Buku

    “Bisa digelar di Balai Pemuda dan berbagai ruang terbuka hijau, dengan tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak taman. Atau di pejalan kaki dengan konsep terjadwal dan tidak merusak, agar dapat diatur agar tidak mengurangi kenyamanan masyarakat luas,” lanjutnya.

    Dengan demikian, Eri Cahyadi yakin, bahwa kreasi semacam ini tidak akan menimbulkan kemacetan. Sebab, gelaran tersebut memang dilakukan saat Car Free Day dan di ruang-ruang publik non jalan raya.

    “Soal konsep outfitnya, silakan berkreasi. Namun, harus tetap menginspirasi, ojok pating pecotot (tidak rapi) dan sing gak karu-karuan (tidak pantas), juga harus mencerminkan karakter khas arek Suroboyo,” tegasnya.

    Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mengungkapkan, pada November tahun 2021, Pemkot Surabaya meluncurkan konsep di Jalan Tunjungan berupa ‘Tunjungan Romansa’. Konsep tersebut disediakan sebagai ruang kreasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Kota Surabaya.

    Baca juga :  Dandan Omah MBR di Surabaya Sudah Capai 300 Unit

    “Musik, fashion, kuliner, dan beragam kreasi melebur di Tunjungan Romansa. Sebagian dikonsep di area pejalan kaki, namun secara teratur dan tidak mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.

    Sedangkan terkait fashion, kata dia, Pemkot Surabaya juga telah memfasilitasi dalam berbagai pergelarannya. Termasuk menampilkan brand-brand lokal dan Usaha Mikro Kecil secara rutin, lewat Surabaya Fashion Week dan banyak lagi.

    “Pelatihan fashion juga dilakukan untuk tumbuh kembang desainer-desainer fashion andal dari Surabaya. Bahkan kita sedang mempersiapkan workshop penulisan fashion agar geliat fashion di Surabaya bisa tersebar luas dan menginspirasi model komunikasi yang baik,” tandasnya. (*)

    Reporter : wetly

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan