“Jangan lupa selalu memberikan asupan makanan penguat mineral pada hewan ternak, sehingga ternak tetap lahap makan dan sehat. Langkah antisipatif sebagai upaya kewaspadaan dan kesiapsiagaan telah kita lakukan sejak beberapa hari kemarin, dengan melakukan surveilans dan deteksi dini pada hewan ternak di daerah-daerah kantong ternak, pedagang ternak, Pasar hewan, serta ternak milik warga,” ujarnya.
Sementara itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan Drh. Nanang Sugiarto beberapa hari kemarin bahwa ada 4 (empat) point yang harus dipahami antara lain, virus PMK penularannya pada sesama hewan ternak, virus PMK tidak menular pada manusia, Hewan ternak yang terindikasi kena virus PMK dapat disembuhkan, Penulanan virus PMK sangat cepat sesama hewan ternak, sedangkan angka kematian sangat rendah.
Drh. Nanang Sugiarto menyampaikan peternak harus rutin melakukan pemeriksaan jika ada hewan ternak yang sakit (meski tidak mengarah ke virus PMK) segera memberikan vitamin juga mineral untuk meningkatkan status kesehatannya dan tidak memasukkan ternak baru ke dalam kandang.
“Pisahkan dahulu beberapa waktu, jika memang tidak ada gejala mengarah ke virus PMK, baru boleh dicampur dengan yang lain,” pesannya. (*).





