Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    KESEHATANHati-hati Sariawan Lidah Sulit Sembuh Dapat Jadi Kanker

    Hati-hati Sariawan Lidah Sulit Sembuh Dapat Jadi Kanker

    Jakarta (WartaTransparansi.com) – Sariawan dapat dialami oleh siapa saja dan terjadi di bagian mana saja di area mulut.

    Sariawan dapat disebabkan oleh salah satu atau kombinasi seperti cedera tergigit ketika makan, salah gerakan dalam menyikat gigi, infeksi jamur atau bakteri dalam mulut, maupun gangguan penyakit autoimun.

    Namun jangan sepelekan Sariawan di lidah yang tidak kunjung sembuh. Luka yang kerap dianggap sariawan tersebut dapat jadi merupakan gejala awal kanker lidah.

    Dokter bedah kanker Mayapada Hospital, dr. Iskandar, Sp.B (K) Onk dalam siaran pers pada Sabtu mengatakan sebenarnya ada ciri tertentu sebagai deteksi dini terhadap keberadaan kanker lidah.

    Selain durasi luka yang lama untuk sembuh, juga bentuk luka di lidah tersebut.

    “Dua minggu hati-hati kalau tidak sembuh sariawannya,” kata dr. Iskandar mengingatkan.

    Luka sariawan biasa umumnya berbentuk bulat atau oval dengan dasar putih kekuningan dan pinggir agak merah karena adanya radang.

    “Tapi kalau kanker lidah bentuknya tidak beraturan. Biasanya mudah berdarah kemudian rasa sakitnya lebih berat. Semakin besar semakin sakit. Selain benjolan atau ulkus, kadang terdapat benjolan di bawah rahang atau daerah leher akibat pembesaran kelenjar getah bening,” kata dr. Iskandar.

    Kanker lidah dipicu beragam faktor, namun demikian, faktor yang kerap mendominasi kanker lidah umumnya disebabkan pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

    “Kemudian, dapat karena infeksi virus (Human Papiloma Virus/HPV), iritasi ataupun trauma berulang misalnya trauma yang sering terjadi saat gunakan behel yang nggak pas. Juga kebersihan mulut yang kurang baik, gaya hidup yang kurang baik, kurang makan buah-buahan dan sayuran serta penderita penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh seperti HIV,” kata dr Iskandar menambahkan.

    Kanker lidah dapat menyerang berbagai usia, bahkan ada yang berusia 20 tahun, namun kanker lidah sering menyerang Penderita yang berusia di atas 40 tahun. Di mana pria tiga kali lebih sering dibandingkan wanita.

    Radioterapi dapat dipergunakan sebagai terapi untuk membasmi sel -sel kanker yang tersisa setelah operasi, atau dipergunakan dengan kombinasi kemoterapi untuk stadium lanjut.

    “Kebanyakan datang ke kami sudah stadium lanjut. Kami melakukan operasi pada Penderita-Penderita tumornya cukup besar terkena, misalnya pada Penderita yang setengah lidah ataupun bahkan seluruh lidahnya terkena kanker, kami biasa melakukan operasi kanker dan melakukan rekonstruksi kembali lidah tersebut.”

    Tindakan yang dilakukan biasanya ialah membuang jaringan kanker secara onkologis, lqntas membentuk kembali jaringan yang hilang dengan mengambil jaringan di tempat lain dengan teknik operasi microsugery.

    “Lalu membentuk kembali lidah supaya fungsi dan estetiknya tidak terganggu, katanya.”

    Dr. Iskandar mengingatkan masyarakat supaya tetap mencegah timbulnya kanker lidah, yaitu dengan gaya hidup sehat, tidak merokok, tidak minum alkohol, konsumsi makanan bergizi, sayuran dan buah-buahan, kebersihan rongga mulut dan perawatan gigi. (*)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : Antara

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan