Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurLumajangWagub Emil: Jatim Ingin Menjadi Bagian Dari Keutuhan NKRI

    Wagub Emil: Jatim Ingin Menjadi Bagian Dari Keutuhan NKRI

    LUMAJANG (WartaTransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri secara langsung pembukaan Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) Tahun 2022 di Bumi Perkemahan Gagaharum, Kab. Lumajang (6/7).

    Sebanyak 34 peserta perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia berpartisipasi dalam acara tersebut.  Pemuda-pemudi Tanah Air itu berasal dari berbagai macam latar belakang dengan rentang umur 19-24 tahun.

    Emil mengatakan, dirinya menyempatkan hadir di tengah kesibukannya mengawasi penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jatim guna mengemban misi pemersatu bangsa. Yang mana, Jatim sebagai salah satu provinsi yang ada, berkomitmen menjaga keutuhan bangsa.

    “Kalau ditanya kenapa kok dibela-belain datang ke sini, karena kami ingin menyampaikan salam terhangat dari masyarakat Jawa Timur kepada seluruh pemuda pemuda yang hadir di sini. Sampaikan kepada penjuru Indonesia bahwa Jatim adalah provinsi yang ingin menjadi bagian dari keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan bahwa Jatim ingin mendukung upaya untuk merajut persaudaraan dan kebersamaan dari pemuda-pemudi dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

    Emil juga mengatakan, Jawa Timur merasa terhormat atas dipilihnya sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan PPAP 2022 Zona Barat. Terlebih, karena PPAP sempat terhenti karena krisis Covid-19.

    “Tapi satu yang ingin saya sampaikan, bahwa kita berada di titik di mana terjadi peristiwa alam yang sangat berdampak. Tetapi dengan semangat yang luar biasa, masyarakatnya bahu-membahu dan terus yakin optimis sampai mereka bisa bangkit pada hari ini. Inilah Kabupaten Lumajang, kabupaten yang sarat semangat dan optimisme,” ungkapnya.

    Emil kemudian bercerita, dirinya secara pribadi juga pernah merasakan pengalaman serupa di mana ia berkumpul dengan perwakilan dari anak-anak daerah lainnya. Untuk itu, ia meminta agar peserta PPAP dapat memanfaatkan peluang dengan sebaik mungkin.

    “Saya beberapa kali mengikuti acara di mana saya mau mewakili provinsi tempat saya berdomisili, namun saat itu adalah DKI Jakarta. Untuk Hari Pendidikan Nasional jenjang SMP  pada 1997, saya diberi kesempatan bisa berdialog dengan Bapak Presiden yang saat itu adalah Pak Soeharto di Istana Negara,” kenangnya.

    “Tapi pengalaman yang sangat berharga adalah persahabatan yang terjalin dengan sahabat dari waktu itu Irian Jaya sampai Aceh. Sesuatu yang berharga, karena tidak setiap hari kita bisa ketemu dengan saudara-saudara sebangsa setanah air dari berbagai daerah. Tentunya persahabatan itu senantiasa terus terjalin kedepannya,” tambah Emil.  (yin/min)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan