Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPemkot Surabaya Tutup RHU Holywings Sampai Kasusnya Tuntas

    Pemkot Surabaya Tutup RHU Holywings Sampai Kasusnya Tuntas

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil tindakan tegas terhadap Rekreasi Hiburan Umum (RHU) Holywings yang terduga menistakan agama. Langkah tegas itu dilakukan Pemkot Surabaya dengan cara menutup sementara sampai kasus tersebut tuntas.

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, telah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan GP Ansor terkait penutupan outlet Holywings yang terlupakan menistakan agama. Setelah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan GP Ansor, Satpol PP bertindak menutup dan melakukan pengawasan ketat.

    “Sudah rapatkan, kita tindak lanjuti dengan penutupan sementara sampai kasusnya selesai. Kemarin juga disampaikan ke teman – teman GP Ansor, dari pertemuan itu akhirnya kita memerintahkan Kapolrestabes Surabaya untuk ditutup,” kata Eri, Selasa (28/6 /2022).

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Bagikan Bendera Merah Putih secara Gratis

    Menurut Eri, langkah penutupan RHU tersebut tepat, agar tidak memicu terjadinya antar umat beragama di Kota Surabaya. Ketika masalah itu dibiarkan, maka bukan hanya umat muslim dan GP Ansor yang tersakiti, tetapi juga seluruh elemen masyarakat serta umat beragama lainnya.

    Ia menegaskan kembali, tidak melarang RHU tersebut, namun menutup sementara hingga situasi dan suasana kondusif. Bahkan pihaknya juga meminta jajaran Satpol PP Surabaya untuk melakukan pengawasan di tiga lokasi RHU tersebut, agar tidak timbul kegaduhan di Kota Pahlawan.

    “Tidak dicabut, tapi dibekukan, tidak boleh buka dulu kasusnya tuntas. Kota ini menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama, kalau ada perkara seperti itu ya ditutup,” tegasnya.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah: Antusiasme Masyarakat Hadiri Upacara HUT Kemerdekaan di Grahadi Cukup Tinggi

    Jika pengelola nekat buka setelah ada kesepakatan untuk tutup sementara, Cak Eri tak segan akan mengambil tindakan pencabutan izin. Menurut dia, ketika RHU itu nekat buka, secara tidak langsung dapat mengganggu kota dan bisa memecah antar umat beragama di Surabaya.

    “Kalau dia nekat buka, berarti melanggar perintah untuk kopimda untuk meredakan suasana dan itu mengganggu kota bahkan memecah antar umat. Insya Allah ketika diminta untuk menutup, mereka mematuhi,” tandasnya. **

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan