Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiJejaring Panca Mandala, Menjaga Marwah Pancasila

    Jejaring Panca Mandala, Menjaga Marwah Pancasila

    Oleh Djoko Tetuko

    Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam upaya menjaga marwah Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama harmonis manis, berjalan dengan marwah terjaga begitu indah, membuat mitra dalam membumikan makna sakral nilai-nilai Pancasila bernama Jejaring Panca Mandala.

    Tentu saja, dalam menjaga marwah atau harkat dan martabat Pancasila sebagai amanat Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, bukan sekedar membumikan nilai-nilai Pancasila, tetapi dengan harapan ke depan sudah mampu menguatkan dalam mewarnai kehidupan sehari-hari di seluruh pelosok negeri. Memasuki era modern dengan ancaman kehidupan penuh dengan mesin digital.

    Menguatkan perwujudan pengamalan Pancasila dalam kehidupan seluruh anak bangsa, tentu saja tidak lepas dari makna sakral dari kandungan sila-sila Pancasila sebagimana sudah dituangkan dalam butir-butir Pancasila. Dengan penuh sungguh-sungguh.

    Tetapi tidak kalah penting, diwujudkan sesuai dengan kondisi riil di masyarakat, yaitu pengembangan dari nilai-nilai dan butir-butir Pancasila dalam tataran program atau kinerja sssuai kebutuhan masyarakat, sebagai upaya menjaga aura kehidupan yang harmonis saling bahu membahu, saling bantu membantu, saling tolong menolong dalam konsep besar yang masih populer pada masa kekinian, yaitu potret kehidupan gotong royong sebagai simbol bangsa dan negara Indonesia. Dan itulah Pancasila sejati.

    Paling tidak, Jejaring Panca Mandala (JPM) dengan 5 unsur tokoh masyarakat mewakili ; Pemerintah, Dunia Pendidikan, Dunia Usaha, Media/Pers, dan Organisasi Kemasyarakatan. Kelima unsur itu mampu mewujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari bersumber dari makna luhur sila-sila Pancasila.

    Hanya saja bukan sekedar menghafalkan butir-butir Pancasila, tetapi lebih dari itu ialah menjaga marwah Pancasila dengan mewujudkan pada tataran program dan kinerja sesuai nafas dan jiwa Pancasila dalam relung kehidupan anak bangsa.

    Wakil Dedi unsur Pemerintah menyuarakan semua program Pemerintahan beserta kebijakan dalam mewujudkan capaian-capaian menuju kehidupan makmur, sejahtera berkeadilan. Di tengah ancaman kehidupan nafsi-nafsi karena mesin digital.

    Dari unsur Dunia Pendidikan melakukan literasi dan berbagai aktifitas berbau pendidikan, guna memberikan pendidikan, pengertian dan pemahaman, bahwa Jejaring Panca Mandala menjadi mitra BPIP dalam menjaga marwah Pancasila sejati.

    Unsur atau perwakilan Dunia Usaha bersedia memberikan kontribusi untuk mendorong, berbagai ikhtiar memajukan ekonomi masyarakat dalam berbagai bentuk usaha maupun bantuan sosial.

    Dari ketiga unsur itu wajib diwujudkan dalam kegiatan nyata. Kemudian baik sebelum maupun pada saat kegiatan serta sesudahnya, secara kontinyu dipublikasikan dari unsur Media/Pers dengan harapan masyarakat dapat menilai dan memberikan masukan dan saran. Bahkan jika tidak sesuai diberikan ruang dan kesempatan menyampaikan kritik.

    Bagi unsur organisasi kemasyarakatan, publikasi dari sebuah kinerja bersama Jejaring Panca Mandala disebarluaskan kepada masyarakat. Sekaligus memberi pengertian dan pemahaman dari berbagai kinerja dan aktifitas menjaga marwah Pancasila. Semua itu, semata-mata menyatakan bahwa JPM bersama seluruh warga negara selalu menjaga kebesaran Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

    Sebagai mitra BPIP menjaga harkat dan martabat Pancasila, JPM tidak berlebihan melakukan penguatan program dan kinerja di bidang edukasi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya (Epoleksosbud) dengan fokus memperhatikan pekembangan demokrasi, hak asasi manusia dan agama (Dehama).

    Sebagai penguatan JPM, sebelum merumuskan kinerja dengan mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila, menyatu dalam kalbu aktifitas itu, mampu menjadi Jembatan Epoleksosbud seluruh anak bangsa, sehingga kewajiban membaca dan membaca amanat luhur Pembukaan UUD 1945 adalah keniscayaan.

    —/—

    Pembukaan UUD 1945

    Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

    Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

    Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

    Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    —-/—-

    Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan arti jejaring ; 1 jaring-jaring: 2 sistem komputer terminal dan pangkalan data yang dihubungkan dengan saluran telekomunikasi untuk pertukaran data;

    Jejaring juga memiliki 5 arti.
    Jejaring berasal dari kata dasar jaring.
    Jejaring adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.

    Jejaring memiliki arti dalam bidang ilmu komputer.
    Jejaring memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga jejaring dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

    Sedangkan Mandala menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah ;
    man·da·la1 n kl 1 wilayah kekuasaan lembaga keagamaan; 2 bulatan; lingkungan (daerah).

    Makna Mandala dalam bahasa Sanskerta: secara harfiah bermakna “lingkaran”) adalah sebuah konsep Hindu, tetapi juga dipakai dalam konteks agama Buddha, untuk merujuk pada berbagai benda nyata.

    Dalam praktiknya, mandala sudah menjadi nama umum untuk rencana yang mana pun, grafik, atau geometris pola yang mewakili kosmos secara metafisik atau simbolik, mikrokosmos semesta dari perspektif manusiawi.

    Mandala, khusus pada pusatnya, bisa dipakai selama meditasi sebagai benda untuk memusatkan perhatian.

    JPM memiliki makna begitu luhur dalam mengemban tugas mulai sebagai mitra sakaligus kepanjangan dari BPIP menjaga marwah Pancasila.

    Oleh karena itu, jika sentuhan kinerja Jejaring Panca Mandala mampu menguatkan warna kehidupan bangsa Indonesia dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila sejati, maka begitu mulia dan bermarwah lah bangsa Indonesia. (*)

    *) Penulis adalah Pemimpin Redaksi Wartatransparansi & KoranTransparansi)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan