Selasa, 29 November 2022
30 C
Surabaya
More
    OlahragaPersik Kediri Benahi Rumput Stadion Brawijaya

    Persik Kediri Benahi Rumput Stadion Brawijaya

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Menjelang Liga 1 Indonesia musim 2022-2023 bergulir pada Juli mendatang. Persik Kediri tengah serius membenahi Rumput Stadion Brawijaya sebagai salah satu syarat kelayakan mengikuti kompetisi

    Upaya pembenahan tersebut, dilakukan oleh pihak ketiga dari PT Harapan Jaya Lestarindo merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Planning (perencanaan), dan Develop (pembangunan) Lapangan olahraga.

    ” Ini karena waktunya terbatas karena segera dimulainya Liga 1. Jadi kami hanya fokus ke sejumlah titik lapangan yang dirasa mampu kita benahi, ” Direktur PT Harapan Jaya Lestarindo, Marwoto, Kamis (23/6/2022).

    Menurutnya, secara kondisi kerataan di Lapangan Stadion Brawijaya sangat memprihatinkan yakni bergelombang dengan habitat jenis rumput lokal yang bercampur. Maka pihaknya melakukan meminimalisir kondisi lapangan agar permukaan tanah bisa rata. Selain itu daya serap air bila terjadi genangan air dirinya rasa kurang baik maka tak luput juga untuk dibenahi dengan pengerjaan selama dua minggu kedepan.

    Baca juga :  Banteng Night Run, Jadikan Embrio Sport Tourism di Kabupaten Kediri

    ” Pengerjaan baru mulai Rabu kemarin jadi saat ini masih 10 % dengan target perbaikan selama 2 Minggu. Direncanakan permukaan rumput akan berpola, ” terangnya.

    Lanjut Marwoto menjelaskan, jika tidak ada tindakan penanganan rumput di Lapangan Stadion Brawijaya, bila terjadi hujan atau genangan air dirinya memprediksi air yang meresap memerlukan waktu kurang lebih 15 menit ketika hujan mulai reda. Sedangkan bila terjadi kondisi normal, resapan air terjadi ketika berbarengan dengan kondisi hujan turun.

    Ditengah mepetnya pengerjaan pembenahan rumput dengan waktu bergulirnya kompetisi Liga 1 Indonesia, disinyalir pengerjaan tidak bisa optimal ke sejumlah ruas dan lebar Lapangan. Sehingga pihaknya hanya bisa melakukan upaya meminimalisir kondisi terkini guna mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa terjadi.” Kami berupaya untuk mengurangi kemungkinan buruk yang terjadi sekitar 50%, “ungkapnya. (Abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan