Selasa, 9 Agustus 2022
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiPenerapan Program Demplot Di Desa Tamansuruh

    Penerapan Program Demplot Di Desa Tamansuruh

    BANYUWANGI (Wartatransparansi.com) – Petani muda Banyuwangi bersama Komunitas Osing Lestari Adat dan Tradisi (Kopat), Lembaga Pencerahan Anak Negeri (Pecari) serta Desa Tamansuruh, menerapkan program Demplot lahan pertanian dengan mengembangkan pupuk organik, Minggu (12/06/2022).

    Tempat Penerapan program Demplot lahan pertanian yang diolah adalah lahan persawahan di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

    Penyuluh memberikan sosialisasi tujuan metode demplot kepada para petani agar menerima dan menerapkan ke depannya karena demplot dinilai sebagai salah satu metode yang efektif.

    Dalam sosialisasi pemupukan, program demplot adalah metode penyuluhan penggunaan pupuk secara tepat, berimbang dan langsung kepada petani dengan membuat lahan percontohan untuk mendorong produktivitas pertanian dengan didampingi langsung tim formulator ahli dari Banyuwangi.

    Baca juga :  Pengukuhan DPP SNI, Raden Dinobatkan Menjadi Ketua Umum

    M.Saepudin yang akrab dipanggil pak A’ep selaku ketua tim Demplot Padi Organik mengatakan dihadapan awak media, Alhamdulillah kami diberi kepercayaan untuk menggarap Demplot pertanian organik di Desa Taman suruh ini. Program ini untuk menunjukkan bahwa pentingnya memulihkan lahan dari yang terkontaminasi kimia menjadi Organik atau Alami.

    “Selama ini petani kita kurang percaya dan kurang yakin akan hasil dari tanaman organik dan waktu tanamnya terlalu lama. Jadi disini kita ingin buktikan bahwa lahan pertanian organik ini lebih menguntungkan dari pada pertanian yang menggunakan pupuk kimia,” ucapnya.

    Kegiatan yang akan di gelar pada hari Rabu besok (15/06/2022) akan mulai pindahkan atau labuh tandur bibit uritan (Benih Padi) yang sudah siap tanam ke lahan sawah organik yang sudah dipersiapkan.

    Baca juga :  Warga Menolak Keberadaan Ternak Babi, Pemdes Patoman Beri Fasilitas Mediasi

    “Di samping susahnya mendapatkan pupuk kimia bersubsidi serta mahalnya harga pupuk kimia, diharapkan petani dapat memahami kondisi tanah yang semakin rusak jika terus menerus menggunakan pupuk kimia,” imbuhnya.

    Disisi lain, dukungan juga disampaikan oleh Ketua Lembaga PECARI Sigit Wahyuwidodo Pertanian organik ini harus dikembangkan, melihat semakin lama lahan pertanian kita ini semakin rusak.

    “Melalui program demplot lahan pertanian ini kita harus merubah pola pertanian khususnya di Banyuwangi ini dari penggunaan pupuk kimia dikembalikan seperti sediakala yaitu alami atau organik. Diharapkan dari Demplot pertanian organik ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah Banyuwangi, ” ujarnya.

    Sementara itu, Teguh Eko Rahadi selaku Kepala Desa Tamansuruh menyatakan sangat mendukung program percontohan padi organik ini, dengan menyiapkan kurang lebih satu hektar lahan sawah untuk digunakan Demplot Pertanian Organik di Desa Tamansuruh ini. (Yin).

    Reporter : Nur Muzayyin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan