Rabu, 30 November 2022
24 C
Surabaya
More
    EkbisBudidaya Golden Melon Karya Pramuka Madiun Jadi Pusat Penelitian & Pengembangan

    Budidaya Golden Melon Karya Pramuka Madiun Jadi Pusat Penelitian & Pengembangan

    MADIUN (Wartatransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi budidaya golden melon, jambu air, berbagai produk horti kultura , perikanan bahkan madu yang ada di bumi perkemahan Pramuka Ngrowo Bening Edu Park, Kota Madiun.

    Selain sebagai pusat penelitian, pengembangan, sekaligus uji coba berbagai produk pertanian. Di tempat ini juga terdapat bumi perkemahan pramuka.

    Budidaya golden melon melibatkan para pramuka yang berasal dari berbagai siswa SMP, SMK dan SMA di Kota Madiun. Baik dalam proses penanamannya, pemeliharaannya sampai akses pasarnya.

    Golden melon yang ada di Ngrowo Bening Edu Park ini ditanam dalam greenhouse dengan luas 10×70 meter persegi. Jumlah lubang tanam sebanyak 1.800 titik dimana setiap lubang tanam untuk satu bibit tanaman golden melon. Setiap masa tanam membutuhkan waktu 70 hari, dan dalam setahun bisa 4 kali tanam.

    Dalam sekali panen, kurang lebih melon yang dihasilkan sebanyak 1.800 buah dengan berat rata-rata setiap buahnya 1,6 kg. Nantinya, golden melon yang dipanen tersebut akan dibeli langsug oleh Sunpride dengan harga Rp. 17rb per/kg. Sehingga dalam sekali panen bisa menghasilkan sekitar Rp 48 juta.

    “Jadi menariknya dari proses ini para anggota pramuka yang sebagian besar pelajar SMA juga mendapatkan ilmu bagaimana membudidayakan golden melon, horti kultur, perikanan serta ternak madu. Diharapkan nantinya mereka bisa ikut mengembangkannya dan menghasilkan keuntungan secara ekonomi,” kata Gubernur Khofifah, Minggu (12/6/2022).

    Sehari sebelumnya,  Gubernur Khofifah berkesempatan langsung untuk melakukan panen perdana golden melon ini di Ngrowo Bening Edu Park, Kota Madiun. Acara panen ini dilakukan saat mengikuti acara Madiun Volksweekend yang merupakan rangkaian HUT ke-104 Kota Madiun.

    Khofifah mengatakan, yang tidak kalah penting selain proses budidaya tanaman golden melon ini adalah off taker atau penjamin hasil produksi hortikultura. Hal ini penting agar hasil dari produk hortikultura bisa lebih optimal.

    “Dengan adanya off taker ini maka produk hortikultura akan memiliki nilai tambah karena produk yang ditanam adalah merupakan kebutuhan pasar,” katanya.

    Untuk itu, ia mengapresiasi Pemkot Madiun yang telah bekerjasama dengan Sunpride dalam mengolah atau menjual hasil panen. Dimana setiap golden melon yang dipanen akan langsung dibeli oleh pihak offtaker.

    Sunpride sendiri merupakan bagian dari PT. Sewu Segar Nusantara yang berfokus pada distribusi dan pemasaran buah lokal. Seperti pisang cavendish, jambu, nanas, pepaya dan melon.

    “Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk ditanami produk hortikultura, tentunya ini juga menguntungkan. Misal kita menanam cabai di pekarangan, ketika harga cabai sedang naik seperti saat ini, kita tidak susah-susah membelinya tinggal petik sendiri di rumh,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Madiun yang juga Dirut PDAM Tirta Taman Sari Madiun, Suyoto, mengatakan bahwa budidaya golden melon ini memiliki prospek yang baik.

    Dengan dilibatkannya pramuka dalam proses budidaya melon ini maka diharapkan ke depan pramuka tidak hanya pendidikan karakter, namun juga disiapkan masa depan yang lebih produktif. (bbg/ais)

    Reporter : Bambang TW

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan