Rabu, 30 November 2022
24 C
Surabaya
More
    EkbisPemerintah Tekankan Masyarakat Belanja Produk Lokal

    Pemerintah Tekankan Masyarakat Belanja Produk Lokal

    BANGKA BELITUNG (WartaTransparansi.com) -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat  Jawa Timur untuk membeli dan memakai produk lokal. Produk tersebut bukan hanya barang, tapi juga obyek wisata, baik wisata alam maupun wisata budaya. Begitu pula bagi warga daerah lain.

    Khofifah menyatakan ini ketika melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka misi dagang,  Selasa (24/5/2022)). Gubernur Khofifah mencontohkan Kota Surabaya, yang saat ini tengah menggelar rangkaian acara menyambut Hari Jadi Kota Surabaya pada tanggal 31 Mei.

    Acara pertama yang digelar mulai awal Mei adalah Surabaya Shopping Festival yang digelar mulai tanggal 1 Mei sampai 31 Mei mendatang. Festival belanja ini diselenggarakan serentak di 39 mal di Kota Surabaya bekerja sama dengan Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

    Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, Khofifah menjelaskan, gejolak perekonomian global dapat diatasi dengan strategi membelanjakan uang, baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), swasta, maupun masyarakat untuk membeli produk dalam negeri.

    “Minimal 40 persen belanja pemerintah pusat dan daerah, serta belanja barang dan modal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus dialokasikan untuk membeli produk dalam negeri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ungkapnya.

    Menurut Khofifah, ini juga merupakan bentuk tindak lanjut atas target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat kepada Jawa Timur agar membelanjakan APBD untuk Produk Dalam Negeri (PDN) dan UMKM sebesar Rp 26,8 triliun di tahun 2022.

    Target belanja PDN tersebut merupakan bagian dari target belanja APBN dan APBD untuk UMKM dan PDN sebesar Rp 400 Triliun dari seluruh kementerian dan pemerintah daerah.

    “Di momen yang sangat baik ini, kembali saya mengajak kita bersama saatnya gotong royong memulihkan perekonomian rakyat melalui belanja produk-produk lokal. Baik dari sisi APBD maupun dari masyarakat juga,” tandas Khofifah.

    Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, sebanyak 93,37% atau 9,13 juta unit UMKM di Jatim ditopang oleh Usaha Mikro. Sedangkan 5,92% atau 579.567 unit merupakan Usaha Kecil, yakni yang memiliki pendapatan antara Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar per tahun.

    Sisanya, yang tergolong Usaha Menengah dengan penghasilan lebih dari Rp 2,5 miliar per tahun, berkisar 0,70% atau 68.835 unit. Ini berarti Usaha Mikro merupakan penopang utama di Jatim. (min)

    Reporter : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan