Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWakil PKB Tak Respon, Reni dan Ayu Temui Masa Pendemo

    Wakil PKB Tak Respon, Reni dan Ayu Temui Masa Pendemo

    SURABAYA (Wartatranparansi.com) – Sejumlah warga wadul ke DPRD Surabaya karena adanya pembongkaran bangunan Musholah Babussalam yang berada di Jalan Sulung nomor 65 A oleh PT KAI DAOP 8 Surabaya.
    Mereka mengadu ke wakilnya di dewan dari fraksi PKB, namun yang dihubungi tidak menjawab.

    Koordinator aksi Satuham menyatakan, menyesal atas sikap anggota dewan yang telah dihubunginya tapi tidak merespos, padahal anggota dewan dari fraksi PKB yang dianggap pas untuk mengadukan masalah rumah ibadah umat Islam.

    “Saya menghubungi Mahfudz (Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya ), saya juga menghubungi Tamam (Badru Tamam Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya), untuk menemui kami saat ini, tapi ternyata tidak ada satupun yang datang,” katanya di depan Kantor DPRD Kota Surabaya, Senin (23/05/2022).

    Baca juga :  Peringatan Buat Perokok dan Vape, Mulai Minggu Depan Sudah Diterapkan Denda KTR

    Satuham mengaku, dirinya juga menghubungi Camelia Habiba (Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya), Namun harus menunggu rekomendasi DPR.

    “Habiba ini tadi saya telpon, tapi dia bilang, saya belum dapat rekomendasi dari DPR, Masak DPR itu harus ada rekomendasi menemui warga-warganya,” tegasnya.

    Aktivis NU ini menjelaskan, PT KAI DAOP 8 melakukan tindakan arogansi kepada warga yang menghalangi pembongkaran Musholah ( 29-03- 2022 ) lalu. Dalam pembongkaran itu, ada lima orang warga yang menghalangi pembongkaran namun karena pihak KAI dengan mengerahkan sekitar 100 orang berpakaian Security dan Polsus.

    “Kami dihancurkan, kami dibanting, kami dicekik, oleh petugas-petugas KAI itu yang tidak manusiawi, ada yang dicekik, ada yang diinjak, ada fotonya, ada videonya,” ungkapnya.

    Baca juga :  Irvan: Kader Surabaya Hebat Bisa Mengusulkan Dandan Omah bagi MBR

    Oleh karenanya, dirinya bersama warga mendatangi DPRD Kota Surabaya untuk mengadukan permasalahan tersebut.
    Setelah gagal menemui wakilnya dari fraksi PKB, warga kemudian ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti dan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna.

    Reni Astuti mengatakan, di Kota Surabaya tindakan arogansi sebisa mungkin diminimalisir, harusnya utamakan dialog.

    “Kalau berbicara tentang tindakan yang semena-mena, saya kira siapapun orang tidak akan sepakat dengan hal itu,” tuturnya.

    Politisi PKS menginginkan, agar persoalan ini segera menemukan solusi terbaik. Semua pihak terkait harus dipertemukan dengan cara duduk bersama agar permasalahan dapat terselesaikan dengan baik.

    “Nanti kita akan laporkan untuk kemudian menandatangani rapat yang nanti akan digelar komisi A dengan mengundang pihak-pihak terkait,” pungkasnya.(Dji)

    Reporter : Sumardji

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan